Om Telolet Om, Mewabah di Jomin - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Om Telolet Om, Mewabah di Jomin

Om Telolet Om, Mewabah di Jomin

Written By Mang Raka on Jumat, 23 Desember 2016 | 19.14.00

KOTABARU, RAKA - Berpakaian putih biru, sekelompok anak-anak berkumpul di pinggir Jalan Raya Jomin-Bungursari. Mereka mengacungkan kertas bertuliskan 'Om Telolet Om'.
Yudi (14) siswa SMPN 1 Bungursari mengaku sudah sejak pukul 08.00 WIB, mereka meminta para sopir bus atau truk membunyikan klaksonnya. "Om telolet om," teriaknya setiap truk atau bus melintas, Kamis (22/12) kemarin.
Sedangkan Irfan Apriyanto (14) warga Kampung Sukaati, Desa Jomin Timur, Kecamatan Kotabaru, mengaku ikut-ikutan menunggu sopir truk yang membunyikan klakson. Tidak ada maksud tertentu. Hanya iseng mengisi waktu luang. "Di sekolah kan udah gak belajar. Jadi iseng aja nunggu sopir truk," ujarnya.
Sementara itu, klakson telolet di bus antar-kota antar provinsi (AKAP) membuat Polri merasa perlu mengambil tindakan. Tujuannya untuk mengembalikan fungsi klakson sebagai peringatan bagi pengguna jalan lainnya. Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, klakson telolet sebenarnya sudah berlebihan. Karenanya polisi pun akan menertibkannya. "Yang terjadi dari bus telolet ini pesan yang disampaikan melebihi ambang batas. Nah itu bisa ditertibkan," kata dia di Mabes Polri.
Menurut Martinus, polisi memang tidak akan langsung mengambil tindakan tegas dengan memberi tilang kepada pengemudi bus dengan klakson telolet.  Sebab, polisi akan memberi teguran terlebih dulu. "Polri akan menghentikan mereka lalu beri teguran dulu. Nanti kalau masih begitu baru ditilang," tambahnya.
Meski begitu, lanjut Martinus, Polri tetap mengapresiasi kreativitas masyarakat. Hanya saja, katanya, kreativitas jangan sampai mengabaikan faktor keselamatan. Polri pun merasa perlu bertindak sebelum klakson telolet menyebabkan kecelakaan, yang menimbulkan korban jiwa. Misalnya meminta pengemudi bus berklakson telolet agar membunyikannya saat di pool, atau tempat pemberhentian lainnya.
Sebab, saat ini justru yang terjadi masyarakat berdiri di pinggir jalan untuk menghentikan bus, dan meminta pengemudinya membunyikan klakson telolet. Hal itulah yang dikhawatirkan akan menimbulkan kecelakaan. Kegiatan yang hentikan kendaraan secara tiba-tiba. "Kalau mau mainnya ke tempat poolnya dan pemberhentian. Seperti terminal, jangan di jalan," imbau mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini.
Perwira menengah ini juga meminta Dinas Perhubungan bisa ambil bagian dalam penertiban klakson. Karenanya saat disinggung soal anggapan yang menyebut klakson telolet sebagai inovasi dan kreativitas, Martinus langsung menegaskan bahwa hal yang harus diingat adalag faktor keselamatan. "Bahayanya dari kecelakaan ini kan bukan dari diri sendiri. Gara-gara orang lain bisa kecelakaan. Kalau ada orang jalan, tiba-tiba diklakson, terus kaget, harusnya lurus jadi belok. Ini kan bahaya," tuturnya.(psn/elf)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template