Nelayan Cibuaya Tewas Dihantam Ombak 3 Meter - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Nelayan Cibuaya Tewas Dihantam Ombak 3 Meter

Nelayan Cibuaya Tewas Dihantam Ombak 3 Meter

Written By Mang Raka on Selasa, 06 Desember 2016 | 12.30.00

KARAWANG, RAKA - Cuaca ekstrem yang menyebabkan gelombang laut di perairan Karawang hingga 3 meter, akhirnya berbuah tumbal. Nurjaman (40) nelayan asal Dusun Tanjungsari, Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, ditemukan tewas di perairan Sungai Buntu, Kecamatan Pedes, setelah perahu yang ditumpanginya terbalik dihantam ombak di perairan Sedari Barat Laut Obor, Sabtu (3/12) sekitar pukul 14.00 WIB lalu. Sedangkan Diki (17) anaknya selamat meski sempat pingsan dan terapung di laut.
Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Karawang, Wanosuki mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika korban bersama anaknya hendak menarik jaring ikan jenis dagolan, berjarak sekitar 1 mil dari pantai. Tiba-tiba mesin perahu berkapasitas 2 gross ton (GT) mati dan perahu langsung dihantam ombak setinggi 3 meter hingga terbalik. "Saat itu juga korban meminta Diki segera terjun ke laut menggunakan jeriken. Sementara korban bertahan di perahu," kata Wanosuki, Senin (5/12) kemarin.
Berbekal pelampung jeriken itu, Diki berusaha berenang ke arah pantai. Namun, karena kelelahan, Diki pingsan hingga akhirnya ditemukan nelayan dan langsung dibawa ke darat. Esok harinya pihak keluarga masih menunggu kedatangan korban, namun hingga Minggu sore korban belum juga ada kabar. "Pihak keluarga baru mendapat kabar jika korban ditemukan tewas di pinggir Pantai Cemarajaya pada Minggu malam. Kami sudah evakuasi korban dan juga mengurus proses pemakamannya," katanya.
Wanosuki mengatakan, memasuki bulan Desember ini cuaca buruk terjadi di laut Karawang, hingga menyulitkan nelayan untuk mencari ikan. Akibatnya nelayan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya setiap hari. "Sejak Sabtu sore itu memang cuaca buruk dan badai mencapai 3 meter, hingga banyak nelayan yang kembali pulang karena takut," terangnya.
Ketua HNSI Karawang Jejen Zaenal Mutakin membenarkan ada perahu tenggelam, yang kemungkinan akibat angin kencang di perairan wilayah Pakis-Babelan. Saat melaut, nelayan tersebut berangkat bersama anaknya dengan perahu jaring kecil, namun perahu tersebut terbalik. "Si anak selamat karena bersandar pada jeriken solar kosong, sementara ayahnya yang juga nelayan tenggelam dan dikabarkan meninggal. Kabarnya, itu warga Dusun Bobolan, Desa sedari," ungkapnya. (ops/rud)

Peringatan Dini Gelombang Tinggi
Selasa 6 Desember 2016

Tinggi gelombang
1,25 meter sampai 2,5 meter
Selat Sunda bagian selatan
Perairan selatan Jawa hingga Lombok
Laut Jawa

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template