Motor untuk Tes Buat SIM Ganti - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Motor untuk Tes Buat SIM Ganti

Motor untuk Tes Buat SIM Ganti

Written By Mang Raka on Selasa, 06 Desember 2016 | 12.30.00

*Sudah Tidak Layak dan Sulit Digunakan

KARAWANG, RAKA - Sepeda motor yang digunakan untuk tes pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) sudah tidak layak. Selain itu tahapan untuk mengurus SIM mulai dari pendaftaran, registrasi, ujian teori dan praktek, kata Salim  terkesan dikondisikan.

Dua hal itulah saat ini menjadi keluhan masyarakat. Mereka menilai mekanisme dan proses pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satlantas Polres Karawang perlu dibenahi. Selain kondisi kendaraan yang digunakan saat tes dianggap kurang layak, tahapan untuk mendapatkan SIM tersebut juga dianggap bertele-tele. "Mekanisme dan proses pengurusan SIM baru tersebut lebih dipermudah termasuk angka kelulusannya. Pasalnya, tidak sedikit pemohon SIM baru tersebut yang gagal. Malah, ada warga yang sudah delapan kali tes tidak lulus-lulus," kata Salit Atmaja, warga Jatisari.
Dikatakannya, warga yang sudah menyiapkan waktu dan tenaga dan mengikuti tahapan belum tentu  lulus ujian. Akibatnya, biaya untuk mendapatkan SIM semakin besar dan menyita waktu. “Untuk razia kan di wilayah tetap ada, tapi untuk memfasilitasi kami membuat SIM tidak ada,” keluhnya
Salim berharap, pihak kepolisian tak hanya menegakkan aturan, namun tak memikirkan fasilitas yang disediakan seperti membuat pelayanan SIM di semua wilayah. Karena jika hal tersebut berlanjut, hanya akan menambah pelanggar lalu lintas saja. “Selama ini kan SIM keliling hanya untuk perpanjangan saja, tapi bagaimana nasib yang belum memiliki SIM. Jika memang mau menegakkan aturan, harus memikirkan fasilitasnya juga dong untuk masyarakat, minimal tak memakan banyak waktu lah,” tandasnya.
Sementara Yasin (42) pemohon SIM C saat ditemui Radar Karawang mengaku sudah dua kali  mengikuti ujian dan berharap ujian  yang ketiga kalinya lulus. Untuk memenuhi harapannya, karyawan PT Changsin dan Sewing ini berencana menggunakan sepeda motor Yamaha Vega R. Sebab, sebelumnya sudah mencoba Yamaha matic dan Honda Revo tapi masih gagal. Ternyata,  Yasin tetap gagal meskipun menggunakan Vega R yang bodynya lebih ramping."Kalau bisa jarak antar tiang (cone) diperlebar dan lingkaran angka 8 (delapan) itu diperbesar. Soalnya,  angka  8 yang diluar itu terlihat lebih besar sehingga  suami saya lulus saat tes," kata dia
Kasatlantas Polres Karawang AKP Rendy Setia Permana saat dihubungi RAKA melalui ponselnya, Senin (5/12) membantah pernyataan warga tersebut. Menurutnya, kendaraan yang digunakan untuk uji praktek semua layak operasi. "Semua kendaraan yang kami siapkan untuk uji praktek,  layak pakai," bantahnya
Dikatakannya, untuk mendukung pelaksanaan ujian praktek, pihaknya menyiapkan 6 unit sepeda motor tiga diantaranya jenis matic  dan dua unit mobil dengan perseneling manual dan matik . "Peserta uji  bebas memilih jenis kendaraan yang akan  digunakan," kata Rendy
Sebelum mengikuti ujian praktek,  jelas Rendy, peserta uji terlebih dahulu mendapat pengarahan cara mengoperasikan kendaraan sekaligus mempraktekkannya. Sehingga, peserta uji yang tidak lulus karena tidak bisa mengoperasikan kendaraan seperti yang sudah dicontohkan petugas. Umumnya, peserta uji praktek SIM C gagal karena tidak bisa menjaga keseimbangan saat melewati lingkaran angka 8. Sedangkan peserta uji SIM A kebanyakan tidak lulus saat diminta memarkirkan kendaraan dengan posisi paralel di kotak yang sudah disiapkan secara baku. "Jika peserta uji SIM C  tenang dan konsentrasi serta bisa mengimbangi cara ngegas dan ngerem, pasti lulus. "Ungkap Rendy
Bentuk dan ukuran termasuk jarak con tidak bisa dirubah karena hal itu sudah sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) No. 9 tahun 2012 Tentang SIM. Sehingga jenis motor dan mobil yang disiapkan sudah sesuai aturan. "Bentuk,  ukuran dan jarak antar con tidak bisa dirubah," jelas kasat
Terkait mekanisme pengurusan SIM  yang diterapkan saat ini, justru dilakukan untuk mencegah praktek percaloan. Sebab, hanya masyarakat yang tengah mengurus SIM baik baru maupun yang perpanjangan yang diperkenankan masuk ke ruang uji teori maupun praktek. Dan hanya mereka yang dinyatakan lulus yang diperkenankan naik ke lantai II untuk mengikuti proses cetak SIM. "Tahapan yang sudah berjalan selama ini sudah sesuai prosedur," pungkasnya. (ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template