Menunggu Korban ke 11 - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Menunggu Korban ke 11

Menunggu Korban ke 11

Written By Mang Raka on Jumat, 23 Desember 2016 | 09.00.00

*Rudi: Sudah Ada 10 Korban

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Sekitar 100 meter jalan utama Badami - Loji perlintasan pertigaan Kobak Biru, Desa Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat retak, selain berlubang bahkan ada yang hingga mengalami keroakan. Warga Berharap jalur berbahaya itu segera diperbaiki sehingga korban celaka akibat jalan rusak itu tidak terus bertambah.

Selain retak dan berkeroak kondisi jalan juga bergelombang. Kuat dugaan ketika diperbaiki dulu rabat beton yang dipasang tidak terlalu bagus hingga kendaraan besar dan bertonase berat buat jalan menjadi rusak. Justru hal itu mendapatkan keluhan dari masyarakat terutama pengguna jalan. Apalagi pertigaan kobak biru merupakan jalan aktif baik siang dan malam.
Informasi yang dihimpun Radar Karawang, Kamis (21/12) pada Desember 2016 saja sudah sekitar 10 motor yang mengalami kecelakaan. Dan itu dibenarkan Rudi, pemilik warung dipinggir jalan itu. "Rata-rata korban celaka karena slip ban depan setelah masuk ke dalam bagian jalan yang retak," ungkap Rudi.
Rudi menambahkan diater keretakan jalan bervariasi dari 5 cm hingga 10 cm. Sementara kondisi kecelakaan paling sering terjadi malam hari karena gelap dan sehabis hujan karena jalan licin. Karenanya Rudi berharap pemerintah bisa memperbaiki jalan rusak itu,  apalagi menghadapi liburan mendatang, perlintasan Desa Wanasari yang tertemasuk jalur wisata pasti akan banyak dilintasi wisatawan.
Dijelaskan, dari puluhan motor yang mengalami kecelakaan, sejauh ini memang sampai ada korban meninggal. Tetapi yang mengalami luka berat dan ringan setelah terjatuh dari motor juga tidak sedikit. "Jika dibiarkan saja maka pasti banyak korban lah," tandasnya.
Wahyudinto (40), pengendara motor yang saat itu tengah beristirahat dipinggir jalan menyampaikan hal sama, jika di jalan tersebut cukup membuat dirinya khawatir. Selain itu juga kadang banyak kendaraan yang berpacu mencari jalan yang lebih bagus hingga tak jarang saling rebutan berujung kecelakaan. "Apalagi jika pagi hari kendaraan yang akan lakukan aktivitas kerja pagi menuju kawasan industri di wilayah Cikarang dan bekasi suka dulu-duluan. Pengen secepatnya masuk ke jalur masuk ke kobak biru akhirnya mereka tak jarang rebutan jalan yang lebih bagus dan sering terjadi gesekan bahkan berujung kecelakaan," katanya.
Secara terpisah, Dudung (44), petugas parkir dadakan di Desa Wanasari, menceritakan jika jalan yang rusak kadang diperbaiki oleh rekan-rekannya yang mengais rezeki di jalan sebagai pengatur lalulintas pertigaan agar lebih aman. Tapi dirinya mengatakan karena diperbaiki dengan tanah seadanya maka ketika hujan pun jalab retak yang di urug oleh tanah seadanya kembali rusak. "Namanya juga perbaiki seadanya yah kalo hujan habis lagi tersapu air.Ya kalau kami warga pengen jalan itu kembali di perbaiki hingga tak ganggu pengendara. Kasihan juga kadang suka ada saja pengendara yang terjatuh karena jalan yang rusak juga rebutan jalan yang lebih bagus," tandasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template