Makam Adipati Singaperbangsa 24 Tahun tak Direnovasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Makam Adipati Singaperbangsa 24 Tahun tak Direnovasi

Makam Adipati Singaperbangsa 24 Tahun tak Direnovasi

Written By Mang Raka on Sabtu, 10 Desember 2016 | 15.30.00

-Kondisi Komplek Pemakaman Memprihatinkan

CILAMAYA KULON, RAKA - Dielukan dan dibanggakan belum tentu diperhatikan. Begitulah kira-kira nasib Adipati Singaperbangsa. Bupati Karawang pertama.
Sang Adipati begitu dikenal. Kisah hidupnya yang berujung tragis begitu mengharu biru. Namanya pun dijadikan nama stadion dan universitas kebanggaan warga Karawang. Namun, kondisi komplek makamnya sangat mengkhawatirkan.
Tengok saja sejumlah bangunan di komplek makam yang berlokasi di Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, itu tidak layak. Bangunan 5 makam para mantan bupati Karawang, musala hingga MCK usianya semakin lapuk tanpa perbaikan selama 24 tahun terakhir. "Dibangun sejak Bupati Sumarno Suradi tahun 1992. Sampai sekarang belum ada rencana pemugaran bangunan," kata Kuncen Makam Singaperbangsa, Ustad Ade Cahya kepada Radar Karawang, Jumat (9/12) kemarin.
Perbaikan hanya sebatas pergantian kelambu-kelambu makam saja. Ada MCK baru dan tempat wudhu beberapa bulan terakhir dibangun, tapi tidak disertai dengan sumber air. "Jetpumpnya belum ada," ujarnya.
Yang ada, kata Ade, komplek makam saat musim hujan sering bocor, karena atap yang sudah berumur 24 tahun ini belum diperbaiki. Tripleknya mulai mengelupas, musala dan MCK juga semakin tak nyaman atap-atapnya. "Masih belum mendapat perhatian lebih dari Pemkab Karawang, padahal para peziarah acapkali menginap di komplek makam yang sudah bocor-bocor ini," tuturnya.
Ia berharap dengan rutinitas acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan perayaan HUT Karawang ke 395 hijriah, pemkab bisa melirik kondisi yang dibutuhkan di lingkungan komplek makam sesepuh Karawang ini. "Beberapa pendopo yang mengarah ke makam 3 mantan bupati sudah bocor atap-atapnya, mohonlah jadi perhatian," ungkapnya.
Kepala Desa Manggungjaya Dedi Embun mengatakan hal serupa. Kondisi lapuk pada bangunan makam diakuinya sudah mengkhawatirkan. Sampai sejauh ini juga belum ada tanda-tanda perehaban ulang. Bahkan ia juga tak menampik ada satu unit bantuan MCK, dan tempat wudhu baru di samping musala, tapi tidak ada airnya. "Puguh can aya perehaban keneh wae (masih belum ada perehaban), mohon didorong lah," harapnya.
Di sisi lain, sejumlah persiapan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT Karawang 395 Hijriyah pada Sabtu (10/12) ini, sudah nampak di komplek makam. Selain diterjunkannya sejumlah petugas kebersihan dari Dinas Cipta Karya, tenda-tenda para tamu yang akan dihadiri sejumlah OPD di Karawang ini juga sudah didirikan.
Kasie Trantib Kecamatan Cilamaya Kulon, Acep Karimullah mengatakan, persiapan sudah dioptimalkan dari OPD terkait. Agenda acara akan dimulai dengan ziarah, santunan, ceramah agama dan potong tumpeng pada pukul 15.00 WIB.  Sebelum ke lokasi, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana pagi harinya bertandang ke perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Bayurlor, kemudian ziarah ke Makam Syech Quro Lemahabang, setelah itu menuju Manggungjaya. "Persiapan Alhamdulillah sudah dioptimalkan," pungkasnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template