Konvoi Truk Seperti Armada Pencabut Nyawa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Konvoi Truk Seperti Armada Pencabut Nyawa

Konvoi Truk Seperti Armada Pencabut Nyawa

Written By Mang Raka on Senin, 19 Desember 2016 | 14.30.00

*Wisatawan: Jalur Wisata Mestinya Aman dan Nyaman

PANGKALAN, RAKA - Jika biasanya yang mengeluhkan lalulalang truk pada hari libur Minggu adalah masyarakat, kali ini berbeda. Karena yang protes terhadap aktivitas truk-truk itu adalah wisatawan. Kemarin (18/120 mereka melontarkan kekecewaannya setelah merasakan kenyamanannya terganggu dengan aktivitas kendaraan-kendaraan besar tersebut, dan mendesak Pemerintah Karawang serius menyikapi persoalan itu.

Dijelaskan, sebelumnya ada kesepakatan bahwa di hari Minggu truk-truk besar mesti menghentikan aktivitasnya karena kondisi jalan utama Badami-Loji ketika liburan padat wisatawan yang berkunjung ke objek-objek wisata di Karawang Selatan. Memang jalan umum milik semua warga yang juga sebagai warga taat pajak. Namun jika lintasan tersebut malah menjadi lintasan kendaraan besar terutama truk penganggkut material dampaknya malah pengunjung urung berkunjung karena khawatir oleh keadaan seperti itu.
Sebut saja, Yayang (31), pengunjung asal Cikampek, menyampaikan jika lintasan wisata bisa terbebas dari kendaraan berat sejenis truk karena aktivitas wisatawan akan sedikit terganggu. Rasa khawatir tersambar truk bisa membuat pengunjung enggan berkunjung di hari Minggu. "Itu hanya usulan. Menurut saya salah satu langkah awal jalan zona wisata mesti terbebas dari kendaraan-kendaraan besar. Karena selain khawatir juga rasa nyaman pengguna jalan akan menjadi barometer kunjungan. Wajar jika rasa nyaman terganggu oleh karena rata-rata pengunjung jelas ingin menikmati liburan," paparnya.
Senada dengan hal itu, Nona (24) wisatawan asal Bekasi mengungkapkan hal yang sama. Truk besar pengangkut material juga terkesan arogan jika di jalan. Hal paling menakutkan adalah ketika truk-truk itu konvoi, jadi seperti armada pencabut nyawa yang siap melindas kendaraan apa saja yang ada didepannya. Keadaan seperti ini yang membuat dirinya untuk berpikir dua kali jika ingin kembali mengunjungi objek wisata di Karawang Selatan. "Lebih baik liburan yang deket-deket rumah saja dibanding menanggung resiko dilindas truk," ucapnya.
Seharusnya, terang Nona, kendaraan-kendaraan besar seperti truk hari-hari Minggu dan hari libur lainnya diliburkan. Soalnya pada hari-hari itukan banyak wisatawan yang mengunjungi objek-objek wisata. Sebagai wisatawan tentu menginginkan aman lahir dan bathin. "Jujur ngeri liburan ke wilayah Loji. Truk-truk yang melintas disana seperti mau melindas saja," tandasnya.
Sementara Hera (22) juga wisatawan yang akan mengunjungi Curug Cigeuntis mengatakan hal serupa. Menurutnya wilayah Karawang Selatan harus lebih nyaman karena wilayah itukan daerahnya objek wisata. "Idealnya zona wisata harus jauh lebih nyaman. Jalan merupakan prasarana penunjang. Dinas Perhubungan mesti melihat langsung agar penataan juga undang-undang bisa direspon, karena ini merupakan desakan para pengunjung yang ingin nikmati liburan yang ada di Karawang dengan aman," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template