Keuntungan Bisa Mencapai Rp 300 Juta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Keuntungan Bisa Mencapai Rp 300 Juta

Keuntungan Bisa Mencapai Rp 300 Juta

Written By Mang Raka on Rabu, 07 Desember 2016 | 18.57.00

Lewat kekuatan jabatan maupun kedekatan dengan orang dalam, para mafia tenaga kerja ini memonopoli perekrutan karyawan.
Berdasarkan penelusuran Radar Karawang, setiap pencari kerja wajib memberikan uang pelicin minimal Rp 3 juta agar bisa masuk kerja. Jika setiap angkatan kerja dalam satu perusahaan minimal 100 orang, bisa dipastikan keuntungan yang diperoleh mencapai Rp 300 juta. Belum lagi kalau pegawai kontrak yang mau naik status menjadi karyawan tetap, rata-rata minimal harus mengeluarkan uang pelicin sebesar Rp 7 juta. "Kalau diakumulasikan, dari satu perusahaan saja, setiap angkatan kerja bisa mendapatkan uang sekitar Rp 1 miliar. Di Cikampek ada 200 perusahaan, kalau dikalikan maka penghasilannya bisa mencapai Rp 200 miliar," ujar Ketua Forum Komunikasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cikampek, Suhara kepada Radar Karawang.
Dia juga menyampaikan, oknum atau mafia tenaga kerja itu sudah sangat telaten dalam meraup untung di atas penderitaan para pemburu kerja. Bahkan dia mendapatkan informasi, banyak personalia yang sengaja bekerja berpindah-pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain, untuk mendapatkan pundi-pundi keuntungan lebih banyak lagi. "Kalau oknum personalia tadi dalam 1 tahun dapat Rp 1 miliar, kemudian pindah lagi ke perusahaan lain dan melakukan hal serupa lagi, pasti sangat cepat kayanya itu," ujarnya.
Meski demikian, menurutnya tindakan tersebut tidak dilakukan oleh seluruh personalia di perusahaan, tapi hanya beberapa saja. Selain oknum personalia, ada juga calo di luar perusahaan yang melakukan kerjasama dengan oknum tersebut. "Jadi tidak semua personalia melakukan hal ini, intinya kita minta baik bupati maupun DPRD harus turun tangan," ujarnya.
Di PT Dean Shoes misalnya, seorang satpam Riyan, warga Dusun Poponcol RT 02/01, Desa Dawun Tengah, Kecamatan Cikampek, kerap menjanjikan pekerjaan asal membayar uang Rp 4 juta. Namun, aksinya tersebut akhirnya dilaporkan ke Polsek Cikampek. Saat akan melakukan aksi penipuan berikutnya di sekitar kawasan industri yang masuk Desa Kalihurip, akhirnya Riyan disergap oleh anggota Polsek Cikampek sekitar pukul 13.00 WIB, Senin (24/10). "Modusnya memasukan kerja ke Dunlop dan AHM. Itu dari tahun 2015 sampai 2016. Pengakuannya baru dua kali. Tapi kemungkinan lebih dari dua kali," papar Kapolsek Cikampek AKP Doni Satria Wicaksono.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ahmad Suroto mengakui kondisi tersebut. Makanya, belum lama ini pihaknya mengeluarkan kebijakan informasi dan penerimaan tenaga kerja lewat satu pintu. Jadi, lamaran ke perusahaan disampaikan lewat Disnaker, selanjutnya peserta harus ikut tes seleksi yang akan dilaksanakan di kantor tersebut. "Layanan ini merupakan salah satu upaya kami untuk memotong mata rantai percaloan tenaga kerja yang selama ini dikeluhkan warga," ujar Suroto. (zie/rk/psn)


Sepak Terjang Mafia Tenaga Kerja

Tahun 2016
Januari
Julrohman (22) pemuda asal Pasir Gombong, Cikarang, Kabupaten Bekasi menjadi korban penipuan saat hendak mencari pekerjaan di Karawang. Sebuah motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi AA 3827 AV dibawa kabur seorang kenalan barunya yang mengaku bisa menyalurkan kerja.  

Oktober
Satpam Dean Shoes Riyan, warga Dusun Poponcol RT 02/01, Desa Dawun Tengah, Kecamatan Cikampek, mematok Rp 4 juta sebagai syarat masuk kerja ke Dunlop dan AHM.

Dua pelaku mengiming-imingi pekerja di perusahaan otomotif di Karawang International Industrial City (KIIC). Syaratnya membayar Rp 5 juta. Lima orang dari Cilacap, Cirebon, dan Indramayu tertipu.

Desember
Ratusan orang yang berniat bekerja di PT Glicowins merasa ditipu oleh Ali. Pekerjaan yang dijanjikan tidak terealisasi, padahal mereka sudah membayar Rp 3 juta per orang. 

Tahun 2015
Januari
Sindikat calo tenaga kerja beroperasi di Masjid Al Jihad. Pelaku mematok uang Rp 5 juta agar bisa disalurkan ke perusahaan otomotif di Karawang. Sasarannya adalah ABG yang baru lulus sekolah. 
 
September
Warga Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari menuntut PT Chang Shin Indonesia (CSI) agar menyerap tenaga kerja asal desa tersebut. Warga resah karena setiap mau melamar, dihadang calo yang mematok uang jutaan rupiah. 

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template