Kepala Sekolah Dukung Penghapusan Ujian Nasional - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kepala Sekolah Dukung Penghapusan Ujian Nasional

Kepala Sekolah Dukung Penghapusan Ujian Nasional

Written By Mang Raka on Kamis, 01 Desember 2016 | 18.08.00

KUTAWALUYA, RAKA- Pengahapusan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat mendapat tanggapan serius dari berbagai pihak penyelenggara pendidikan.
Drs Uus Sugian Spd MPd selaku Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Kutawaluya 2 mengatakan secara prinsip dalam Undang-undang Sisdiknas no 20 tahun 2003 ujian atau kelulusan itu diserahkan kepada guru, namun dari para pengamat pendidikan yang ia ketahui UN yang diselenggarakan oleh pemerintah itu kurang sesuai dengan UU Sisdiknas. "Karena dulu itu UN yang menentukan kelulusan, otomatis guru tidak mempunyai kekuatan apa-apa untuk menentukan lulus atau tidaknya siswa," katanya kepada Radar Karawang, Rabu (30/11) kemarin.
Dalam perkembangannya banyak perubahan, sambung Uus, diantaranya UN tetap ada tapi tidak menentukan kelulusan. Pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy terkait dengan rencana penghapusan ujian nasional dianggap angin segar. "Dengan dihapuskannya UN, saya setuju banget. Sebab pertama walau bagaimanapun angaran untuk UN yang katanya setiap tahun mencapai 500 Miliar, itu bisa digunakan untuk memperbaiki sarana pendidikan, yakni fasilitas sekolah, struktur dan infrastruktur, peningkatan mutu guru. itu akan lebih efektif daripada harus membayar UN. Kemudian, mau tidak mau pihak sekolah dibuat stres denga UN, karena menghadapinya itu butuh pekerjaan dan pemikiran ekstra," tambahnya.
Sekalipun dalam 2 tahun terakhir UN tidak menentukan kelulusan siswa, namun tetap jadi dasar penilaian untuk siswa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. "Jadi secara pribadi saya sangat setuju," ujarnya.
Adapun kalau UN hanya untuk pemetaan, tidak harus setiap tahun. Bisa dengan 3 atau 5 tahun sekali, bahkan mungkin bisa 10 tahun sekali. "Yang jelas dengan dihapuskan UN, akan mempengaruhi psikologis siswa. Sebab ketika UN dijadikan penentuan kelulusan anak menjadi sres berat. Takut nilainya kecil, sehingga sulit bersaing untuk menempuh ujian yang lebih tinggi," ucapnya.
Kalaupun diperkenankan untuk membuat usulan, Jika tahun 2017 UN benar dihapus, pola penerimaan siswa baru untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi itu menggunakan tes tertulis. "Ada ujian tertulis untuk siswa melanjutkan ke jenjang yang lenih tinggi. UN tidak menjadi satu-satunya penilaian kelulusan," ungkapnya.
Di sini guru akan dituntut untuk lebih kreatif dalam membangun karakter siswa, paslanya ketika masih diberlakukanya UN sebagai penentu kelulusan, banyak siswa yang terlalu percaya diri karena merasa pintar. Akhirnya siswa tidak terlalu memperhatikan sikap dan keterampilan. Pada saat siswa mengikuti ujian nasional, anak pintar tidak otomatis nilainya menjadi yang paling besar. "Jadi penilaian guru tidak cuma mengacu pada kepintaran siswa, tapi diseimbangkan dengan keterampilan dan sikapnya," tandasnya. (mg3)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template