Kadin Ngeluh Banyak Pabrik Disidak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kadin Ngeluh Banyak Pabrik Disidak

Kadin Ngeluh Banyak Pabrik Disidak

Written By Mang Raka on Rabu, 07 Desember 2016 | 18.58.00

KARAWANG, RAKA - Para pengusaha yang berada di kawasan industri, menyampaikan keluhan kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Karawang terkait sidak yang sering dilakukan oleh Wakil Bupati Karawang Ahmad "Jimmy" Zamakhsyari.
"Menurut kalangan pengusaha, sidak tersebut dinilai sebagai kehendak yang terlalu dipaksakan," ujar Ketua Kadin Karawang Fadludin Damanhuri, dalam keterangan persnya di Kantor Kadin Karawang, Selasa (6/12).
Menurutnya, masih banyak cara lain yang dapat digunakan Jimmy untuk merealisasikan janji politiknya, untuk mengurangi jumlah pengangguran di kota lumbung padi. Diantaranya dengan memanggil pengelola kawasan industri untuk menginformasikan, atau mengundang tenant-tenant yang ada di kawasan, agar dapat menyelaraskan pandangan pihak Pemkab Karawang dan perusahaan terkait penyerapan tenaga kerja.  "Namun yang terjadi sangat di luar fungsi pengawasan dan terkesan ada paksaan dari bapak wakil bupati, dalam mendistribusikan lamaran para calon tenaga kerja dengan mengeluarkan nota dinasnya terhadap perusahaan. Apakah ini tidak menjadi sebuah pelanggaran dan penyalahgunaan kewenangan?" ujar lelaki yang akrab disapa Fadel itu.
Menurutnya, apabila ini dianggap sebagai agenda atau program pemerintah, sepatutnya Kadin diajak dalam kegiatan tersebut. Karena Kadin jelas lembaganya, dan hanya satu organisasi pelaku usaha yang merupakan mitra pemerintah yang dilindungi oleh undang-undang dan peraturan presiden. "Jadi apabila sidak yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini wakil bupati tanpa melibatkan Kadin, kami menilai perbuatan yang bertujuan tertentu," ujarnya.
Terkait dengan penyerapan tenaga kerja tersebut, menurut Fadel para pelaku usaha industri siap menerima tenaga kerja berdasarkan kebutuhan perusahaan, dengan catatan pemerintah wajib melaksanakan pengawasan dan pembekalan terhadap tenaga kerja, yang merupakan warga asli Karawang. Dengan demikian kehadiran industri benar-benar berdampak positif terhadap daerah, terhadap warga Karawang. "Karena yang terjadi pada saat sidak adalah pemaksaan dimana perusahaan wajib memasukkan calon tenaga kerja, yang belum tentu masuk dalam skema kebutuhan perusahaan. Ini tentunya akan mengganggu produktivitas kerja perusahaan," paparnya.
Fadel mengaku, selama kegiatan sidak yang dilakukan oleh Jimmy, Kadin mendapatkan banyak aduan keluhan dari para pelaku usaha industri, dan meminta Kadin untuk menjadi fasilitator agar kegiatan sidak yang dilakukan oleh orang nomor dua di Karawang tersebut dihentikan. Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini sudah ada sebanyak 2.100 perusahaan di seluruh kawasan industri yang ada di Karawang, menjalankan komitmen kerjasama pemagangan dalam rangka penyerapan tenaga kerja asli Karawang. Dia juga menyampaikan, di Kabupaten Karawang kehadiran industri secara makro memberikan dampak yang positif untuk pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Kadin Kabupaten Karawang juga membuka pintu seluas-luasnya apabila perusahaan merasa dirugikan atas hal tersebut. Pihaknya membuka diri untuk melakukan advokasi. Karena hal ini sudah menjadi komitmen dan fungsi Kadin, agar industrialisasi di Kabupaten Karawang berjalan secara Otonom, profesional dan mandiri sebagaimana yang diamanatkan Undang Undang No 1 tentang Kadin. "Kadin berharap segala upaya dengan dunia usaha untuk meningkatkan daya tarik ekonomi di Kabupaten Karawang, yang sudah dirintis dari dahulu dengan segala upaya, agar tidak terdistorsi akibat politisasi yang akan merugikan masyarakat dan dunia usaha," pungkasnya.(zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template