Kades Kecewa Honor Linmas Dipangkas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Kecewa Honor Linmas Dipangkas

Kades Kecewa Honor Linmas Dipangkas

Written By Mang Raka on Sabtu, 03 Desember 2016 | 13.30.00

CILAMAYA, RAKA - Tidak seperti bahasan antara Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) dengan BPMPD soal porsi-porsi alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) pajak dan retribusi daerah, insentif Linmas yang semula diusulkan Rp 225 ribu per bulan dari dana ini, justru ciut dalam pagu menjadi Rp 125 ribu.
Angka ini berbeda dengan insentif usulan perangkat lainnya seperti LPM, BPD, bendahara desa dan aplikasi lainnya yang cenderung tidak dipangkas. Kades Cikalong, Kecamatan Cilamaya Wetan, H Lili Hermanto mengatakan, kesepakatan semula memang honor Linmas Rp 225 ribu dari DBH.
Namun dia membenarkan saat bintek jelang pencairan di Sindang Reret 28 November lalu, angkanya justru menjadi Rp 125 ribu porsinya dalam pagu, dirinya tidak tahu alasan penurunan honor Linmas tersebut dibanding porsi perangkat lainnya, jumlah wajibnya sendiri 10 personel per desa.
Sebut Lili, omongan lisan tetap berubah-ubah saja, begitupun ajuannya. Sebenarnya bukan banyak kesalahan, tapi petunjuknya yang lama dibakukan karena juga sering berubah-ubah. "Ya betul, namanya juga manusia, jadi sering berubah-ubah," ujarnya.
Senada diungkapkan Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Kecamatan Tempuran Zaenal, dirinya juga bingung dengan penurunan porsi Linmas dalam DBH dari pagu sebelumnya Rp 225 ribu, disebut tega dengan pemangkasan besaran, bisa dikatakan demikian. "Ia, puguh kitu, nya kitu," singkatnya.
Ketua IKD Cilamaya Wetan Udin Abdul Gani juga mengaku kecewa atas penurunan porsi Linmas dari kesepakatan semula Rp 225 ribu khusus dari DBH menjadi Rp 125 ribu. Padahal, meskipun baru sebatas usulan Apdesi bersama BPMPD sebelumnya, tapi dengan besaran Rp 225 diharapkan bisa menambah honor bulanan yang bersumber dari pendanaan lainnya, seperti ADD dan rutin desa (APBDes).
Padahal, pagu di perangkat lainnya tetap sama porsinya, seperti LPM, bendahara desa, aplikasi dan lainnya, hanya Linmas saja yang diturunkan. Meski demikian, ia menduga, kenaikan honor Linmas dari DBH ini mungkin bisa direalisasikan tahun depannya lagi.
Saat ini sebut Udin, para kades masih sibuk dengan penyesuaian ajuan proposal setelah di bintek bersama DPPKAD dan BPMPD, bahkan inspektorat, juga mewanti-wanti agar segala sumber pendanaan dari APBD ini bisa sesuai pelaksanaannya di lapangan, jangan sampai ada istilah kades ditahan ke ranah hukum hanya karena urusan duit APBD. "Cuma Linmas saja yang di pagu DBH diturunkan dari Rp 225 menjadi Rp 125 per bulan, yang lain mah enggak, mudah-mudahan sih tahun depan bisa lebih diperhatikan Pemkab lagin," pungkasnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template