Jeratan Bisnis Syahwat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Jeratan Bisnis Syahwat

Jeratan Bisnis Syahwat

Written By Mang Raka on Kamis, 01 Desember 2016 | 12.00.00

-132 Ibu Rumah Tangga Ikut Tertular HIV/AIDS

KARAWANG, RAKA - Bisnis syahwat di Kabupaten Karawang tidak ada matinya. Tempat mangkal pekerja seks komersil yang paling terkenal di kota lumbung padi, Seer sudah berkali-kali diratakan dengan tanah. Namun, bilik mesum yang dibangun alakadarnya itu kembali dibangun.
Begitu juga di sepanjang perbatasan Jatisari-Subang. Razia di jalan yang terkenal dengan sebutan pantura itu, sudah tidak terhitung jumlahnya. Tapi tetap saja ratusan perempuan penjaja seks kembali menjalani bisnis syahwat di lokasi tersebut. PSK di pesisir Karawang seperti Pakisjaya dan Cilamaya juga tidak kalah jumlahnya. Maka wajar jika jumlah lelaki penikmat bisnis esek-esek itu sangat banyak. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, ada 137.097 pria di Karawang suka jajan di tempat prostitusi. Sedangkan 109.677 perempuan menikah dengan pria beresiko tinggi kena HIV/AIDS.
Kaur Trantib Desa Tegalsari, Kecamatan Cilamaya Wetan, Cecep Suprjadi mengatakan, tarif yang murah yaitu sekitar Rp 50-100 ribu sekali pakai, membuat tempat prostitusi di Kedoya, Dusun Kebon 2, Desa Tegalsari, yang dulunya berada di pemukiman warga ini semakin subur didatangi lelaki hidung belang. Tidak itu saja, PSK yang beroperasi di lokasi juga mayoritas pendatang dari Indramayu, Subang bahkan Karawang. "Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel darah, selama 3 tahun terakhir sudah 4 PSK mengidap HIV/AIDS," tuturnya.
Staf Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Karawang Yana Aryana mengatakan, faktor penyebab dan penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika. "Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.Melalui seks oral atau pemakaian alat bantu seks secara bersama-sama atau bergantian, juga bisa menjadi pemicunya," ujarnya kepada Radar Karawang.
Dia mencatat, dari bulan Januari hingga Oktober, 132 ibu rumah tangga positif HIV/AIDS. Sedangkan jumlah PSK yang terkena penyakit mematikan itu 34 orang. "Tes HIV secepatnya guna mengetahui apakah diri terkena apakah tidak," ujarnya.
Sementara petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Kertamukti Kecamatan Cilebar, Putih Sujatmiko SKM mengatakan, penutupan lokasi prostitusi di Betokmati, menjadi pijakan awal agar penyakit akibat seks bebas dan jarum suntik itu bisa ditekan. "Sementara ini baru ada satu korban yang positif terkena virus HIV/AIDS," katanya.
Kepala Puskesmas Karawang Barat dr Hj Kenalin Intan poppy A MKK mengatakan, penderita HIV/AIDS tidak ada bedanya dengan manusia pada umumnya. Mereka juga mempunyai hak, keuntungan dan kesempatan yang sama dengan orang lain. "Namun tetap harus diwaspadai agar terhindar dari penyakit itu. Karena berhubungan seksual sembarangan menjadi pemicu lahirnya HIV/AIDS," ucapnya. (mg2/mg3/rud/psn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template