Jadi Marbot karena Panggilan Hati - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jadi Marbot karena Panggilan Hati

Jadi Marbot karena Panggilan Hati

Written By Mang Raka on Jumat, 30 Desember 2016 | 15.00.00

MENGHABISKAN sisa umur untuk mengabdikan diri menjadi marbot sekaligus tukang parkir mesjid tidak semua orang bisa melakukan. Bukan saja karena setiap orang dilahirkan beda nasib tetapi prinsip hidupnya juga berbeda. Dan itu pula yang dilakoni Hasan (37) marbot sekaligus tukang parkir Mesjid Al-Ikhlas di Kampung Sukamanah, Desa Telukjembe, Kamis (29/12).

Marbot masjid oleh banyak kalangan diartikan sebagai penjaga masjid atau yang ditugaskan untuk menjaga kebersihan masjid sekaligus penanggungjawab segala ritual ibadah di masjid. Duda dua anak itu menjalani kegiatannya dengan ikhlas. Warga Udug-udug Kecamatan Ciampel ini sengaja dedikasikan dirinya atas panggilan hati. Selain menjadi pembantu Marbot, dia juga membantu tamu Allah yang berkunjung ke Mesjid Al-Ikhlas. Penghasilannya memang kecil dan didapatkan dari sisa akumulasi pendapatan parkir sebanyak 30 persen baru bisa dibawa pulang.
Hasan mengungkapkan jika dirinya cukup beruntung menjadi penjaga mesjid karena selain menambah silahturahmi antar jamaah juga Pengabdian itu adalah perbuatan baik yang dilakukannya. Pendapatan ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itudilakukan dengan ikhlas. "Pengabdian itu hakekatnya rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan, mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja. Saya cukup beruntung karena selain itu juga manfaatnya bisa dirasakan  kedua anak saya," tuturnya.
Hendi (23) rekan sejawatnya pun mengatakan, dirinya cukup dekat dengan Hasan karena orangnya punya sifat ramah dan nyaman. Kadang inisiatif membersihkan lapangan untuk tempat parkir menjadi kegiatannya sehari-hari. "Harapan saya jika marbot pun bisa menjadi perhatian juga bagi pemerintah agar mendapatkan perhatian lebih supaya mendapatkan upah yang jelas agar jauh lebih baik," katanya.
H.Surrahman (66) menyampaikan, pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia yang lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan bantuan manusia lain,lalu berkomunikasi dengan manusia lainnya. "Manusia merupakan anggota masyarakat yang mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lainnya. Manusia melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut tentunya harus memiliki arti. Nah, itu maknanya hidup," ungkap Surrahman. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template