Izin Properti Beraroma Pelicin - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Izin Properti Beraroma Pelicin

Izin Properti Beraroma Pelicin

Written By Mang Raka on Selasa, 27 Desember 2016 | 14.00.00

-Dadang: Bohong Kalau Gak Ada Uangnya

TELAGASARI, RAKA - Luas lahan pertanian semakin menyempit, diiringi dengan maraknya pembangunan properti disebut anggota DPR RI Dadang S Muchtar, karena Pemerintah Kabupaten Karawang mudah memberikan izin alih fungsi lahan.
Bahkan Bupati Karawang periode 1995-2000 dan 2005-2010, ini menyebut pemberian izin itu kental sekali dengan uang pelicin. Dampak lainnya dari praktik suap menyuap tersebut adalah tertundanya Raperda Lahan Pertanian Berkelanjutan (LP2B).  "Kita prihatin kok semakin mudah buat perizinan perumahan di lahan-lahan sawah sekarang ini. Dari Ciampel sampai Karawang Barat yang merupakan golongan air Tarum Barat habis semua," keluhnya saat reses bersama tokoh tani di Desa Pasirtalaga, Kecamatan Telagasari, akhir pekan kemarin.
Merasa curiga dengan proses perizinan properti, pria yang dikenal dengan sebutan Dadang 'Hot Mix' ini sempat menanyakan hal itu ke kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Jawabannya, peraturan daerah yang mengizinkan alih fungsil lahan hingga ratusan hektare tersebut sudah berlaku sejak 1994. "Tapi seingat saya, dulu hanya mengizinkan sekitar 2-3 hektare saja. Tapi kenapa sekarang ratusan hektare bebas begitu saja," ujarnya.
Masyarakat sebut Dadang, harus jeli. Jika tidak ada uang pelicin dari pengusaha properti dan investor perhotelan, tidak mungkin keluar perizinannya. Ia ingat betul saat menjabat bupati, dulu dia larang bisnis waralaba atau minimarket berdiri di beberapa kecamatan. Saat itu pula marak suap menyuap untuk urusan perizinannya, padahal luas minimarket kurang dari 1 hektare. Apalagi sekarang, kata Dadang, bisa dibayangkan ratusan hektare lahan orang memintai perizinan, mustahil kalau tidak ada uang pelicinnya. "Bohong kalau gak ada pelicinnya. Dulu saat saya larang minimarket berdiri saja aksi suap menyuap marak. Apalagi urusan izin ratusan hektare," sesalnya.
Meski dirinya tidak lagi menjabat bupati, Dadang ingatkan bupati dan sejumlah pejabat di OPD terkait. Dirinya juga menyindir peran LSM dan aktivis di Karawang yang berbeda dengan di luar Karawang. Sebab, soal perizinan yang melabrak lahan-lahan teknis ini sepi dari demo-demo, bahkan nyaris senyap dan diam saat pelicinnya juga menyasar. Karena itu, ia meminta Pemkab Karawang jangan macam-macam soal perizinan yang merugikan lahan-lahan sawah di Karawang. Banyak contoh pejabat-pejabat OPD dulu yang tidak diberkahi, hidupnya saat ini menjadi serba kekurangan dan penyakitan. "Sudahlah jangan macam-macam soal memuluskan perizinan yang merugikan rakyat, hidupnya gak bakalan berkah," pesannya.
Di tempat yang sama, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Telagasari, H Engkat Sukatma, meminta Dadang kembali bergerak menyelamatkan lahan-lahan pertanian di Karawang. Selain nyaris kehilangan regenerasi petani, lahan-lahan teknis di sejumlah kecamatan juga terancam hilang akibat derasnya investasi perumahan. Telagasari sebut Engkat, sudah menjadi korban, disusul saat ini meluas perizinan hingga Kecamatan Majalaya, Cikampek dan Tirtamulya. Bahkan dirinya juga prihatin, Raperda Lahan Pertanian Berkelanjutan (LP2B) sudah tertunda lagi di tahun 2016. "Saya sampaikan ke pak Dasim unek-unek sektor pertanian. Utamanya soal alih fungsi lahan yang tak kunjung reda, dan irigasi yang masih belum tuntas tertanggulangi pendangkalannya," pungkasnya.
Sementara Sekretaris Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Wawan Setiawan mengatakan, semua perizinan properti sudah sesuai dengan prosedur. "Kami bekerja sesuai dengan peraturan daerah dan SOP (standar operasional prosedur) yang ada. Karawang juga sekarang peringkat kedua nasional dalam investasi Rp 16,1 triliun," ujarnya. (rud/zie)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Bener pak. Jgn terlalu mudah ngasih Ijin.jgn sembarangan.apalagi Lahan yg di peruntukan untuk PERTANIAN.dgn meningkatnya populasi karawang jgn sampai Lahan pesawahan.di peruntukan untuk perumahan &industri.SWASEMBADA pangan itu penting!!! Indonesia jangan seperti BRAZIL .kekurangan pangan.padahal negaranya seperti indonesia cuman Tidak ada Kontrol dan aturan yg Keras untuk .Shoping Center , Hotel ,Real Estate . Dgn mudah di bangun. Dan FATAL nya lagiTANAH pertanian yg tersisa cuman di tananam tanaman Monokultur .jangan sampai indonesia seperti itu .Bangunannya bagus - bagus dan menjulang tapi banyak yg KELAPARAN. Ya itu dia Effeck dari KORUPSI . (BAHAYA) Ayo sama -sama##### BERANTAS KORUPSI)####

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template