Istri Korban Pajero Maut Bingung Lanjutkan Hidup - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Istri Korban Pajero Maut Bingung Lanjutkan Hidup

Istri Korban Pajero Maut Bingung Lanjutkan Hidup

Written By Mang Raka on Selasa, 20 Desember 2016 | 21.58.00

KARAWANG, RAKA - Aksi pengemudi Pajero yang berujung maut di Kampung Pakuncen RT 02/07, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, menyisakan kesedihan mendalam bagi istri korban.
Imas (33) istri almarhum Mamat (45) mengaku trauma. Selain kehilangan suami yang menjadi tulang punggung keluarga, gerobak tempat jualan pop ice dan sosis goreng juga rusak. "Saya sudah tidak tahu mau gimana lagi karena tidak punya uang. Mau bawa anakku Mancih(yang juga ikut terluka dalam kecelakaan tersebut) berobat, gak berani karena gak punya duit. Belum lagi nanti buat biaya pengajian. Mudah-mudahan aja Jasa Raharja suami saya cepat cair, buat modal usaha kembali," tuturnya kepada Radar Karawang, Senin (19/2) kemarin.
Dia memperkirakan butuh modal paling kecil sebesar Rp 5 juta untuk membuat gerobak, termasuk membeli sejumlah peralatan untuk keperluan dagang. "Gerobak, tabung gas, blender, kompor gas, kuali dan perabotan lainnya sudah gak bisa dipake lagi," ungkapnya.
Sementara Kanit Laka Lantas Polres Karawang Iptu Sabar Santoso memiliki tenggat waktu selama sepekan, untuk menyidik kasus kecelakaan tersebut. "Kami akan maksimalkan penyidikan kasus ini, agar pekan depan berkas perkaranya sudah bisa kami limpahkan ke kejaksaan," kata Sabar saat ditemui di kantornya.
Untuk mempercepat proses penyidikan tersebut, pihaknya akan meminta keterangan khususnya dari saksi korban, yang melihat peristiwa yang menewaskan 2 orang dan melukai 6 orang itu. "Besok (hari ini) kami akan memeriksa saksi dari pihak korban. Sebab tersangka dan dua saksi lainnya yang ada di TKP sudah kami periksa," lanjut Sabar.
Menanggapi pernyataan saksi Endang E Suharyono, Ketua LSM Gibas Telukjambe Timur, yang menyebutkan pengemudi Pajero putih B 1046 FJD dalam kondisi mabuk sehingga tidak mampu menguasai kendaraan tersebut, hingga akhirnya menabrak pedagang mie ayam, pengendara motor Yamaha Fino, tukang gas, pedagang goreng sosis dan pop ice termasuk dua anak kecil, Sabar mengatakan kecelakaan terjadi bukan karena pengemudi mobil, Nurafan (18) tengah dalam pengaruh narkoba, melainkan karena panik.
Saat diperiksa penyidik, tersangka mampu menjawab seluruh pertanyaan. Selain itu, kondisi fisik Nurafan juga terlihat segar. Bahkan, untuk menjawab keraguan publik, urine tersangka juga sudah dites. "Hasilnya negatif," tambahnya.
Saat ditanya apakah tersangka memiliki SIM A atau tidak? Sabar mengatakan tersangka memiliki SIM A. "Ada, dia sudah punya SIM A," kata Sabar.
Sabar menegaskan jika kondisi mobil dalam keadaan layak saat dioperasikan. Sehingga rumor yang menyebutkan kecelakaan terjadi karena rem blong dengan sendirinya terpatahkan." Remnya dalam kondisi baik kok. Lagi pula mobil itu masih tergolong baru," ujarnya.
Mohammad Baihaki SPS selaku pemilik mobil, menyatakan mobil tersebut dalam kondisi layak saat direntalkan ke konsumen. Sebab, sebelum direntalkan, dirinya merupakan orang yang terakhir menggunakan mobil tersebut. "Sepulang dari Jawa Rabu lalu, mobil itu saya parkirkan di depan rumah selama dua hari, dan baru Sabtu itu diparkirkan di tempat rental," terangnya.
Ia juga bersedia untuk melakukan uji kelayakan atas mobil itu, jika ada pihak yang meragukan kondisi mobilnya. "Saya siap, kalau ada yang ingin tes ke bengkel otomotif," tambahnya.
Saat ditanya berapa kerugian akibat kecelakaan tersebut, Baihaki belum bisa memastikan jumlahnya. Tapi, kata dia, jika dilihat dari fisik mobil, kondisinya sudah rusak berat. "Untuk mengganti airbagnya saja bisa Rp 50 jutaan, belum lagi kaca, bamper dan body dan kaki-kakinya. Saya prediksi sekitar 200-300 jutaan lah," ungkapnya.
Sebelumnya, Wawan Setiawan (18) karyawan rental tersebut mengaku, mobil Pajero yang direntalkan kepada putra ketiga pengusaha jasa angkutan itu seharga Rp 1 juta per hari. Bahkan, Nurafan juga menitipkan satu unit motor Honda Scoopy T 4841 NS. "Dia bawa mobil dari sini sekitar pukul 14.30 WIB. Sekitar satu jam kemudian saya dapat info mobil tersebut kecelakaan di Pakuncen," ucapnya. (ops)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Anak ingusan loe,..rental mobil pajero,..mo gaya gaya aja lo! Ga ngaruh lo mo anak pngusaha ke'... di hukum gantung loe! Enak aja loe mo lolos bgitu sja,.. anak kecil umur 5 thun jd korban,..apa g stres ortunya tuch,..

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template