Hama Wereng Mulai Mengancam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hama Wereng Mulai Mengancam

Hama Wereng Mulai Mengancam

Written By Mang Raka on Jumat, 30 Desember 2016 | 15.00.00

- Petani Rawamerta Gencar Penyemprotan Masal

RAWAMERTA, RAKA - Mengantisipasi serangan hama wereng batang cokelat (WBC), petani di Kecamatan Rawamerta kembali melakukan penyemprotan masal di area sawah masing-masing. Kali ini giliran petani di Dusun Sukamanah, Desa Kutawargi, Kecamatan Rawamerta  yang mendapat giliran. Pasalnya hama WBC ini mulai berkembang dan mengancam area pesawahan wilayah Rawamerta.
Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Wahyu Abdul Aziz mengatakan, penyemprotan masal ini akan terus digalakan di wilayah Rawamerta, mengingat penyebaran hama WBC sudah mulai merambah dan bertambah semakin banyak. "Kalau tidak kita cegah dari sekarang, hama WBC akan terus mewabah ke area pesawahan milik petani lainnya," katanya.
Ia melanjutkan, setelah beberapa minggu kemarin digelar di Desa Mekarjaya dan sekarang di Desa Kutawargi, penyemprotan dalam rangka pengendalian hama WBC akan terus digulirkan keberbagai desa lainnya yang tersebar di Kecamatan Rawamerta. Pasalnya, hama WBC ini merupakan hama yang dinilai bandel, dengan kebiasaan berganti kulitnya jenis hama WBC ini, petani diharuskan memberantasnya sampai mati dan mencegahnya untuk berkembang biak. "Kita upayakan pemberantasan ini sampai ke pencegahan perkembangbuakannya," ujarnya.
Adapun obat-obatan yang dipakai dalam kegiatan penyemprotan masal ini, sambung dia, yakni obat hasil bantuan dari dinas pertanian yang bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan Penyuluh Pertanian. Program pengendalian hama WBC dengan melibatkan kelompok tani di tiap-tiap desa ini, ia berharap bisa membantu sekaligus menggenjot semangat petani dalam proses tanamnya. "Saya harap petani lebih bersemangat lagi, dan bisa mengambil keuntungan hasil panen yang melimpah," ungkapnya.
Mindilamping, nama kelompok tani Desa Kutawargi yang diketuai Umar Hidayatulloh mengakui, penyemprotan masal dengan obat-obatan hasil dari bantuan dinas pertanian ini merupaka pemicu semnagat petani untuk terus konsisten dalam merawat tanaman padinya. "Saya harap dinas pertanian bisa konsisten dalam membantu petani," pungkasnya. (mg3)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Cari Variatif bibit yg tepat ,dalam penggunaan pembasmi HAMA juga jangan berlebihan,gunakan DOSIS yg tepat. Kalau bisa kembali ke Alami Natural ) pupuk alami Di kembangkan.murah dan sehat RAMAH lingkungan . Hama tidak menjadi lebih RESISTEN. JIKA PENGUNAAN pembasmi HAMA tidak bisa di HINDARI ,tapi harus Di Kontrol secara ketat.KARNA bisa jadi membunuh jenis serangga yg bermanfaat Bagi kehidupan manusia .

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template