Gara-gara Facebook, Bocah SD Nyaris Tawuran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gara-gara Facebook, Bocah SD Nyaris Tawuran

Gara-gara Facebook, Bocah SD Nyaris Tawuran

Written By Mang Raka on Sabtu, 03 Desember 2016 | 15.30.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Media sosial memang dominan tidak ramah, apalagi jika digunakan anak-anak seusia SD. Buktinya, hanya gara-gara memposting kaos almamater SD yang dibakar ke jejaring sosial Facebook, siswa dua SD di Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang, nyaris tawuran.
Parahnya, rencana tawuran sebagai aksi balas dendam tersebut juga diunggah di media sosial. Akibatnya, para guru dan kepala sekolah sempat kerepotan meredam para siswanya karena khawatir menjalar isu pada para alumninya.
Guru SDN Karyamukti II, Ojo SPd mengatakan, mainan anak-anak berujung rencana aksi tawuran akibat postingan di media sosial. Penyebabnya, sebut Ojo, ada kaos lama dari siswa SDN Karyamukti 1 dibakar oleh siswa dari SDN Lemahabang 1 yang merupakan siswa pindahan dari karyamukti 2.
Pembakaran kaos itu difoto dan diposting ke Faceebook oleh salah satu siswa. Tidak sampai disitu, ada lagi aksi balasan yang juga diunggah ke medsos yaitu kaos olahraga siswa SDN Karyamukti 2 di injak-injak oleh siswa SDN Karyamukti 1.
Akibat persoalan ini, para siswa semakin memanas, sampai akhirnya merencanakan aksi tawuran yaitu siswa SDN Karyamukti 1 hendak menyerang SDN Karyamukti 2 pada Jumat (2/12) kemarin. Namun, semuanya berhasil di redam para guru di sekolah masing-masing, bahkan khawatir memancing emosi para alumni di kedua SD, pihak guru memerintahkan siswa yang memosting gambar-gambar tersebut langsung menghapus di akunnya.
Sambil memberikan pembinaan di kelas, Ojo meminta agar tidak ada tawuran maupun perlawanan apapun. "Berawal dari kaos olahraga dibakar, difoto dan diunggak ke FB, dibalas juga dengan injakan kaos SD lainnya, ya beginilah jadinya," ungkapnya.
Kepala SDN Karyamukti 1 yang juga Plt Kepala SDN Karyamukti 2, Padi SPd mengatakan, sebenarnya aksi saling unggah ini sempat difasilitasi sekolah dengan memanggil orangtua para siswanya untuk meyakinkan agar dijaga sikapnya. Namun, diakui Padi, justru anak-anak malah semakin sulit diredam, bahkan informasi terakhir merencanakan tawuran setelah pulang sekolah di hari Jumat dengan peralatan bambu dan batu seadanya.
Khawatir menjalar pada emosi para alumni di dua sekolah yang dia pimpin, dirinya langsung melapor kepada aparat Desa Karyamukti agar menjadi perhatian. Karena, saling ejek anak-anak itu terjadi banyaknya di luar jam sekolah.
Pihaknya sudah mengarahkan semua guru agar bisa meredam dan memberikan arahan konsekuensi jika sampai rencana-rencana tawuran yang mencoreng nama baik sekolah itu diberlakukan. "Kita melapor ke desa agar menjadi perhatian saja, karena khawatir terjadi di luar jam-jam sekolah," ungkapnya.
Kepala Dusun Aos mengatakan, pihaknya menerima tembusan dari kepala sekolah di Desa Karyamukti. Memang persoalan media sosial ini sangat sensitif, apalagi pada anak-anak seusia SD. Pihaknya bersama RT, menjamin keamanan dan kenyamanan desa dan memastikan anak-anak akan pulang ke rumah masing-masing dengan normal, sambil meyakinkan orangtuanya untuk tidak ikut terpancing. "Kita terima tembusannya, kita apresiasi dan siap menjamin keamanan sekolah dan lingkungan," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template