Galian C di Cibatu Bandel - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Galian C di Cibatu Bandel

Galian C di Cibatu Bandel

Written By Mang Raka on Jumat, 09 Desember 2016 | 14.30.00

PURWAKARTA, RAKA - Aparat Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu, menyesalkan kegiatan galian C yang terus berlangsung di daerahnya. Meski sudah melakukan beberapa kali upaya untuk menghentikan galian pasir di desa tersebut, namun aparat desa setempat tidak mampu mensetop kegiatan galian.
Tak hanya teguran dan surat pemberhentian yang dikeluarkan aparat desa setempat, instruksi Pemda Purwakarta melalui Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Purwakarta terkait larangan kegiatan galian C pun tidak digubris oleh pengusaha tambang di desa setempat. "Kami sudah bosan memberikan teguran dan larangan kepada pemilik galian. Bahkan mereka (pemilik galian) tak sungkan menandatangani perjanjian untuk dihentikan dengan pihak desa. Namun rupanya itu tidak cukup, atau mungkin nunggu tindakan langsung dari Bupati baru mereka mau tutup," jelas Edin, Kepala Desa Wanawali.
?Selidik punya selidik, pemilik galian di desa tersebut justru warga yang berdomisili di luar Desa Wanawali. "Kami jelas khawatir jika penggalian yang dilakukan secara manual tersebut akan membahayakan pekerja. Selain itu kami berkeyakinan jika pemilik galian yang bukan warga desa kami ini tak perduli jika wilayah hutan alam kami nantinya akan rusak, mereka hanya tau meraup untung pribadi saja," ujar dia, geram.
Meski tak menampik, jika ada sebagian pekerja adalah warga desanya, Edin mengaku telah menyatakan dengan tegas kepada pemilik galian jika hal itu melanggar aturan dan Perbup yang berlaku.
"Kami pemerintahan desa sudah bertindak banyak untuk menghentikan galian tersebut. Tetapi tetap saja mereka bandel, sementara melalui pemberitaan ini kami harap akan ada bantuan tindakan dari pemkab purwakarta dalam hal ini Satpol PP ataupun pihak terkait membantu kami menghentikan aktifitas galian ini, yang kami nilai merugikan kami,"harapnya.
Saat ini, ada dua lokasi galian yang terus berjalan yaitu di wilayah di RT 7/2 yang diduga dimiliki warga berinisial E  dan di RT 8/2 yang dikelola oleh Y yang dari pengakuan pekerja adalah warga Desa Gurudug dimana dilokasi milik Y pernah terjadi runtuhnya tanah digalian tersebut dan kemungkian merenggut korban dari pekerja dilokasi akibat tertimbun material tanah. "Pemilik galian sendiri dari himbauan yang kami layangkan selalu beralasan terpaksa melakukan pengerukan denan alasa untuk hidup, padahal resikonya justru menghilangkan hidup seseorang dari aktifitas ilegal tersebut," pungkasnya. (awk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template