Disbudpar Lempar Tanggung Jawab Soal Tanjung Baru - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Disbudpar Lempar Tanggung Jawab Soal Tanjung Baru

Disbudpar Lempar Tanggung Jawab Soal Tanjung Baru

Written By Mang Raka on Jumat, 30 Desember 2016 | 13.30.00

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karawang Okih Hermawan terkesan lempar tanggung jawab soal pengelolaan Pantai Tanjung Baru, dan tempat wisata lainnya.
Karena selama ini diakuinya, tidak ada payung hukum di pemerintah daerah yang mengatur soal pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata. "Itu perdes (Peraturan Desa), karena tahun ini gak ada PAD dari Tanjung Baru. Kalau tahun sebelumnya memang ada. Tapi silahkan tanyakan ke kepala dinas sebelumnya," ujar Okih kepada Radar Karawang, Kamis (29/12).
Menurutnya, saat ini pihaknya sedang mengusulkan untuk dilakukan penataan. Adapun payung hukum yang mengatur soal pariwisata sampai saat ini belum diundangkan, meski sudah diparipurnakan. Sehingga secara teknis belum bisa dijalankan. "Kita sedang menata dulu, kalau kata dewan ada perdanya (sudah diparipurnakan), tapi belum diundangkan. Silahkan tanya ke kabag hukum," ujarnya.
Dia juga menyampaikan, pemda baru memiliki perda no 3 tahun 2016, tentang rencana induk pembangunan. Sedangkan perda yang sudah diparipurnakan oleh dewan adalah perda tentang penyelenggaraan kepariwisataan. Perda itu yang sampai saat ini belum diundangkan dan belum ada perbupnya. "Jadi soal pantai Tanjung Baru, itu katanya ditetapkan oleh perdes," ujarnya.
Sekretaris DPD PAN Karawang Dadan Suhendarsyah menyebutkan, peraturan desa dibuat harus ada cantolan hukum di atasnya. Kalau di level Kabupaten saja belum ada perda yang khusus menangani tentang kepariwisataan, maka diduga perdes yang dibuat oleh Pemerintahan Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, tidak memiliki kekuatan hukum yang sah. "Perdes itu harus ada cantolan payung hukum di atasnya. Kalau tidak ada, maka keabsahannya dipertanyakan," ujarnya.
Wakil Ketua DPD Partai Golkar Karawang Muslim Hafidz menilai, Pemkab Karawang terlihat belum serius menggarap sektor pariwisata. Hal itu dilihat dari kurangnya fasilitas atau sarana dan prasana pendukung untuk pengembangan sektor wisata tersebut, seperti yang terjadi di daerah pesisir karawang.
"Keliatan (Pemda) belum konsentrasi pada pengembangan wisata. Itu bisa dilihat di anggaran tahun 2016, yang tidak memperlihatkan adanya anggaran untuk wisata laut," ujar pria asal Cilamaya Kulon itu. (zie)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Biar pun Bagus dan Potential untuk di kembangkan,para investor takut untuk investasi selagi akses jalannya buruk,masyarakat males untuk mengunjungi lokasi lokasi di karawang.ayo Infrastrukturnya di perbaiki.🌞Padahal Potensi parawisata karawang juga cukup banyak. Pantai nya banyak yg landai,kampung nelayan tradisional,pesawahan,sungai ,air tejun.kulinarisnya yg beraneka Ragam.Marketing ama jalannya yg hrs Di perbaiki. Potensi karawang itu tinggi cuman kita tdk sadar apa yg kita miliki.πŸ’ͺ🏾πŸ’ͺ🏾πŸ’ͺπŸΎπŸ‘πŸ½πŸ‘πŸ½πŸŒ΄πŸŒ΄

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template