Detik-detik Jelang Mutasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Detik-detik Jelang Mutasi

Detik-detik Jelang Mutasi

Written By Mang Raka on Sabtu, 10 Desember 2016 | 12.30.00

-Dewan: Jangan Sampai Ada Wani Piro

TELAGASARI, RAKA - Desas-desus mutasi semakin menghangat di lingkup pejabat Karawang. Setelah dikabarkan bakal digelar 14-15 Desembeber, prosesi pengukuhan dan pelantikan pejabat eselon tersebut isunya dimundurkan dengan alasan likuidasi sejumlah dinas dan badan. Termasuk urusan pertanggungjawaban belanja daerah sampai akhir tahun, sehingga isu yang berkembang, pelaksanaan mutasi dan rotasi baru akan digelar sekitar 26 Desember dan 2 Januari mendatang.
Sumber yang meminta dirahasiakan namanya mengatakan, tarik ulur mutasi-rotasi ini gelagatnya semakin memanas, karena kabarnya mutasi belum bisa dilakukan pada 14-15 Desember, mengingat perubahan SOTK baru, banyak pertanggungjawaban yang belum tuntas hingga menjelang akhir tahun. Sehingga jadwalnya mundur tanggal 26 Desember dan 2 Januari 2017 mendatang.
Tenggat waktu yang masih berminggu-minggu ini, masih dimanfaatkan para pemburu jabatan. Memang sebut sumber, puncaknya banyak pertemuan pada Selasa (7/12) kemarin di lingkungan teras baik bupati maupun wakil bupati. Tapi skalanya hanya pejabat eselon di tingkat kecamatan, karena sekelas Kabid, Kepala Dinas dan lainnya dingin-dingin saja. Rata-rata, sebut Sumber, yang memburu jabatan seperti UPTD pendidikan adalah kepala sekolah yang sudah golongan 4B tanpa melalui jabatan fungsional terlebih dulu. Begitupun oknum Kasubag TU Puseksmas yang ingin langsung menjadi Sekretaris Camat. Karena, rata-rata Sekcam saat ini, dominan di posisikan sebagai Camat yang kosong di 9 kecamatan. "Jadwalnya diundur, sekitar 26 Desember dan 2 Januari, beberapa yang kasak-kusuk itu masih ada sampai saat ini," kata dia.
Anggota Komisi A DPRD Karawang, Asep Saepudin Zukhri mengaku risih dengan kebiasaan para pejabat yang getol bergerilya meminta jabatan basah. Meskipun hal ini sah-sah saja dilakukan ke Bupati-Wakil Bupat. Ia khawatir bupati mengambil langkah yang salah dengan menempatkan pejabat yang tidak sesuai kemampuan  tanpa melalui tahapan yang harus ditempuh. Itu sambungnya, akan menjadi beban pencapaian tujuan yang diharapkan kalau bupati meloloskan orang-orang tidak berkompeten. Ujungnya, pimpinan Karawang ini akan dicap tidak profesional dalam proses kebijakan mutasi-rotasi. "Ingat, harus profesional dalam memutasi para pejabat, kita risih kalau bupati tidak mengangkat dengan profesional," kata dewan Partai Gerindra ini.
Senada diungkapkan Ketua Komisi A, Ir Teddy Luthfiana, ia mewanti-wanti bupati, supaya pejabat harus berdasarkan kepada pertimbangan kompetensi dan prestasinya, kepangkatan ataupun golongan yang sesuai aturan dan tidak semata-mata berdasarkan kedekatan pribadi atau like and dislike,  apalagi wani piro. "Menempatkan pejabat jangan karena kedekatan pribadi kemudian prosedurnya dilanggar, apalagi menciptakan kembali budaya wani piro," ajak dia. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template