Dana Bagi Hasil Mulai Direcoki - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dana Bagi Hasil Mulai Direcoki

Dana Bagi Hasil Mulai Direcoki

Written By Mang Raka on Rabu, 07 Desember 2016 | 18.57.00

Desa Ditekan Beli Aplikasi Rp 7,5 Juta

TEMPURAN, RAKA - Akhir tahun 2016, realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) retribusi dan pajak daerah akan cair. Meski bakal diturunkan 50 persennya, format ajuan DBH untuk porsi aplikasi yang menggunakan jasa pihak ketiga sebesar Rp 7,5 juta, menjadi perbincangan. Bahkan, Pemerintah Desa Cikuntul, Kecamatan Tempuran, terang-terangan menolak aplikasi yang cenderung menjadi orientasi bisnis pihak swasta.
Sekretaris Desa Cikuntul, Kasum Sanjaya mengatakan, pencairan DBH sesuai pagu. Selain bendahara desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), operator, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Linmas, Upas, PKK hingga Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan amil, hal ini lebih masuk akal. Apalagi yang belum tersentuh Alokasi Dana Desa (ADD) dan dana desa. Namun, khusus porsi pengadaan aplikasi, pihaknya satu-satunya desa di Kecamatan Tempuran yang secara terang-terangan menolak. Sebab, anggaran aplikasi Rp 7,5 juta itu dikelola CV. Disamping desanya sudah online dengan komputerisasi format baku dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), arahan sekretaris daerah dan Asisten Daerah (Asda) II, juga sempat menyarankan agar desa tidak menerima aplikasi yang dikelola swasta. Karena diluar aplikasi software DBH ini, aplikasi dari BPKP pada umumnya sudah baku sesuai Permendagri Nomor 113. "Artinya, kekurangan aplikasi tinggal mendownload saja," ungkapnya kepada Radar Karawang, Selasa (6/12) kemarin.
Ia melanjutkan, format baku dari BPKP sudah seragam. Mulai dari model A sampai 7 seperti buku induk, jiwa usik dan lainnya, bahkan aplikasi ini mudah didapat dengan gratis. "Untuk apa lagi sih aplikasi, sementara kan sudah ada. Mengapa kita digiring ke 1 suplayer, sementara aturannya sama saja Permendagri 113 manajemennya," ujarnya.
Menurutnya, daripada memporsikan Rp 7,5 juta untuk aplikasi, lebih baik diarahkan ke porsi prioritas lainnya. Karena dengan pemasangan desa online yang memiliki wifi dan jaringan internet, saja sudah cukup dari dana desa. Ukuran keberhasilan tata kelola online, kata Kasum, adalah dari pemeriksaan Inspektorat. "Dibilang ada pihak yang cari untung, wallahu'alam. Yang jelas kita mah ngajuin DBH tidak dengan porsi aplikasi saja," ujarnya.
Berbeda dengan Cikuntul, Kades Pancakarya Ata Sutisna Jilun mengatakan, aplikasi dan monografi desa ini harus disepakati bersama. Dirinya tertarik dengan pengadaan aplikasi yang ditawarkan CV, karena kabarnya bisa lebih cepat mengakses software yang dibutuhkan. "Aplikasi ini tetap akan dibeli dan diadakan di Desa Pancakarya," tuturnya.
Ketua Ikatan Kepala Desa Tempuran, Zaenal mengatakan, porsi lain untuk realisasi DBH yang akan turun setengahnya akhir Desember ini sekitar Rp 70 jutaan. Namun, yang terpenting dalam bahasan itu, adalah untuk porsi pengadaan aplikasi. Dirinya hanya menawarkan aplikasi tersebut. "Yang mau silahkan, dan yang tidak juga tidak menjadi masalah," tandasnya.
Hanya saja, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), kata Zaenal, sempat menyarankan saat diklat di Lembang, agar desa menggunakan pengadaan aplikasi ini. "Kita hanya menawarkan saja, inginnya kita penyeragaman di desa-desa. Selebihnya kalau Cikuntul menolak pengadaan aplikasi, ya gak jadi masalah," ungkapnya.
Kasie Pemerintahan Kecamatan Tempuran, H Hamidi mengatakan, DBH ini sudah ada Perbup, SK besaran dan teknis mekanisme pencairannya. Desa sebut Hamidi, harus bisa memilah mana kebijakan porsi utama dan peruntukan kebutuhannya dari DBH ini. Tinggal nanti menyesuaikan saja. Khusus porsi aplikasi sebut Hamidi, bagi desa yang menolaknya tidak ada sanksi administratif, cuma mungkin sanksi sosial saja karena tidak umum dengan desa-desa lainnya. "Menerima dan menolak porsi yang sudah dipagukan tidak ada sanksi administratif, ya itu sah-sah saja," ungkapnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template