Bocah Parungsari Gembala Kambing Buat Biaya Sekolah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bocah Parungsari Gembala Kambing Buat Biaya Sekolah

Bocah Parungsari Gembala Kambing Buat Biaya Sekolah

Written By Mang Raka on Selasa, 20 Desember 2016 | 13.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Masa kecil seharusnya diisi dengan canda riang juga perhatian orang tua, tetapi tidak dengan dua bocah malang Mila (10) dan adiknya Muzdalifah (6) ini. Mereka harus berjuang demi melanjutkan sekolah sebagai penggembala kambing suruhan.

Bocah warga Kampung Rengas Sapuluh RT 05/02, Desa Parungsari, pasangan dari orang tua yang kini tidak jelas rimbanya diurus seorang nenek yang peruli dengan kondisi ke dua anak tersebut. Mila siswi kelas 5 SD di Desa Parungsari. Dengan penghasilan hanya Rp 7000 sehari mereka berupaya menggembala domba. Dan itu mereka lakukan selepas pulang sekolah.
Selain upah menggembala Rp 7000 mereka juga mendapat hasil paron (bagi hasil) dari pekerjaan menggembala. Jika dombanya lahir dua mereka dapat satu. Mereka mulai menggembala dari jam 12.00 WIB hingga sampai jam 17.00.WIB, dan malam harinya mereka pergi mengaji. Pekerjaan yang dilakukan Mila dan Muzdalifah yang juga dipanggil Ifah ini tak urung mendapat simpati warga sekitar.
Seperti Swanda (35) warga Desa Parungsari, mengaku prihatin dengan yang dilakukan kakak beradik itu. "Saya sering ajak ngobrol dan suka memberi sebagian rezeki ke mereka karena saya sangat prihatin dengan keadaan mereka. Jujur saja ini merupakan pekerjaan rumah bukan saja bagi warga sekitar tapi bagi pemerintah juga agar melangsungkan hidup mereka demi masa depan bisa diraihnya," ucapnya.
Sementara Siti (44) juga warga setempat mengungkapkan rasa tanggung jawab Mila dan Ifah untuk tetap bisa bersekolah cukup besar. Bahkan mereka tidak merasa malu jika kadang saat menggembala kambing sambil belajar. "Yang saya patut acungi jempol kadang mereka sambil belajar ketika ngangon (menggembala) mereka belajar juga. Dan sambil membawa sebuah kantong plastik warna orange, pas saya tanya itu apa yang didalam plastik, dijawab Ifah bekel makan. Miris. Kadang saya kalau punya rezeki suka saya kasih buat meringan kan mereka," ujarnya.
Sedang Eor (40) tukang mie ayam yang sering mondar mandir di wilayah itu mengatakan bahwa dirinya cukup miris di era moderen itu masih ada seorang anak kecil yang mau bertahan hidup dengan melakukan hal yang jarang dilakukan banyak anak-anak. "Walaupun saya penjual mie ayam tapi saya pengen melihat mereka bahagia, makanya saya suka beri bantuan memang tidak besar tapi lumayan buat meringankan beban mereka supaya mereka bisa terus belajar dan sekolah. Bukan saja tugas saya tapi saya harapkan semua pihak mau bantu anak itu," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template