Berumur 100 Tahun, Cakuk Setia Jualan Kopi Sejak 1974 - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Berumur 100 Tahun, Cakuk Setia Jualan Kopi Sejak 1974

Berumur 100 Tahun, Cakuk Setia Jualan Kopi Sejak 1974

Written By Mang Raka on Selasa, 20 Desember 2016 | 22.00.00

KOTABARU, RAKA - Tidak ada yang menyangka jika usia Cakuk, penjual kopi di sekitar jembatan layang Cikampek mencapai 100 tahun. Rambut putih, bersuara lantang, lincah, dan murah senyum itu tampak sehat.
Kepada Radar Karawang warga Blok Limo, Kampung Kalioyod, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, itu berbagi rahasia jitu hidup sehat hingga berusia 1 abad. Cakuk mengaku sejak muda hobi jalan kaki. Cikampek-Karawang dilahap setiap ada hiburan rakyat. "Kalau ada hiburan di Karawang, seperti balap gereleng dua (sepeda) saya jalan kaki. Karena dulu acara itu sangat mewah," ungkapnya, Senin (19/12) kemarin.
Terlahir di Cikaobandung, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, tanggal 19 Juni tahun 1916, Cakuk mengatakan baru hijrah ke Cikampek sekitar tahun 1974. Saat itu, dia sudah mempunyai seorang istri yang dinikahinya tahun 1971. Mimin namanya. "Saya sudah jualan kopi di sini tahun 1974, sampai sekarang," tuturnya.
Kehidupan masyarakat kekinian, kata Cakuk sangat berbeda saat usianya masih muda. Pada zaman Orde Baru misalnya, mencari rezeki menurutnya lebih mudah dibanding sekarang. Sedangkan kesadaran masyarakat hidup sehat, semakin runyam. Ia mencontohkan, sampah yang dibuang seenaknya di sekitar jembatan layan Cikampek. "Sekarang orang-orang bepergian pakai motor, kalau dulu jalan kaki. Sekalian olahraga," ujarnya.
Melihat prilaku masyarakat dari zaman ke zaman, Cakuk berpesan agar generasi muda jangan menjadi pemalas, agar kehidupan yang akan datang lebih bermanfaat. "Untuk orangtua, ngasih anak jangan harta benda, tapi ilmu yang bermanfaat. Supaya bisa dipakai saat dewasa," ucapnya.
Sama halnya dengan manusia lain, kata Cakuk, dia menjalani kehidupan dengan normal. Namun, selama 44 tahun berjualan kopi, dia tidak pernah tidur di rumah. Karena usaha yang digelutinya itu, dimulai sejak pukul 9 malam hingga 9 pagi. "Orang sekarang kalau mandi kedinginan pasti dihanduki, kalau saya langsung olahraga, menggerakan badan," ucapnya. (mg2)



Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template