Bakar Menyan, Ramai-ramai Tolak Penambangan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Bakar Menyan, Ramai-ramai Tolak Penambangan

Bakar Menyan, Ramai-ramai Tolak Penambangan

Written By Mang Raka on Sabtu, 10 Desember 2016 | 18.00.00

KARAWANG, RAKA - Ratusan warga yang tergabung dalam Koalisi Melawan Tambang, kembali mendatangi kantor Bupati Karawang, Jumat (9/12). Kali ini mereka mengenakan pakaian serba hitam, lengkap dengan iket kepala ala jawara Sunda.
Selain membentangkan spanduk penolakan eksploitasi karst Pangkalan, mereka juga membakar menyan dan membacakan seruan penolakan oleh kordinator aksi menggunakan bahasa Sunda. Peserta aksi yang diterima oleh Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari terlihat semakin bergemuruh, saat kordinator aksi berteriak menolak perusahaan tambang di Karawang.
"Jaga Karawang. Getih Karawang masih ngalir ka kang Jimmy, ulah sampe ngahianatan Karawang. Cak kang jimmy. (Jaga karawang, darah Karawang masih mengalir ke kang Jimmy, jangan sampai menghianati Karawang)," ujar Kordinator Aksi Koalisi Melawan Tambang Iwan Soemantri Amintapraja.
Dia juga menyampaikan, sebenarnya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sudah memiliki kajian akademik yang dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), kaitan dengan pabrik semen di Karawang selatan. "Hasil kajiannya ditolak, itu dilakukan pada saat Karawang dipimpin oleh Dadang S Muchtar," ujarnya.
Tetapi yang membuat heran, kata Iwan, kenapa saat Karawang gencar melakukan penolakan, ternyata pabrik semen berdiri di Bekasi, yang hanya melintasi sungai pembatas kabupaten. Lebih parahnya, dibangun jembatan yang kemudian digunakan akses jalan oleh kendaraan pabrik. "Intinya kami butuh pernyataan bupati di atas kop surat berlogokan Pemkab Karawang. Atas penolakan tambang. Bukan hanya ngomong di facebook," pintanya.
Sementara Wakil Bupati Jimmy Ahmad Zamakhsyari, mengaku mendukung aksi penolakan tambang yang dilakukan oleh warga. Bahkan dia memastikan atas nama pribadi, siap untuk membubuhi tanda tangan dalam surat penolakan yang akan dilayangkan kepada gubernur dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral. "Ibu bupati menolak dengan tegas izin pertambangan. Saya sebagai wakil bupati, tidak ada kata lain untuk mengamankan kata (pernyataan bupati) tersebut," tegasnya.
Dia mengaku siap untuk datang ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bahkan sampai ke Kementerian ESDM secara kelembagaan. Bahkan dia siap memfasilitasi masyarakat untuk menggunakan kendaraan bus pemda, melakukan penolakan tersebut. "Penolakan tidak selesai sampai disini saja. Mari kita kawal sama-sama ke pemprov bahkan ke Kementerian ESDM. Meski gubernur sudah mengeluarkan izin eksplorasi, tapi kami tetap menolak amdal," ujarnya.
Sementara aksi dilanjutkan dengan audiensi di ruang rapat wakil bupati Karawang, diwakili masing-masing pimpinan aktivis. Dalam audiensi tersebut, selain Jimmy hadir juga Sekretaris Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Karawang dan Sekretaris Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Karawang.
Sekretaris BPMPT Karawang, Wawan menyampaikan, sebenarnya pemerintah daerah tidak berhak menolak siapa saja yang mengajukan izin. Apalagi izin eksplorasi sudah dikeluarkan oleh gubernur, dan pihak Ombudsman juga mempertanyakan kenapa Karawang lamban dalam mengeluarkan izin lingkungan. "Jadi kami (pemda) tidak berhak menolak siapa saja yang mengajukan izin. Kecuali ada dasar. Dan aspirasi dari rekan-rekan, kami bundel untuk dijadikan dasar penolakan," ucapnya.
Sekretaris BPLHD Karawang Poltak L Taruan menyampaikan, keluarnya izin eksplorasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak sesuai prosedur. Karena seharusnya izin eksplorasi itu keluar setelah keluarnya izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL/UPL). "Untuk UKL/UPL itu kewenangannya diserahkan ke OPD. Bupati tidak harus tahu. Kecuali izin amdal. Bupati harus mengetahui," ujarnya. (zie)


Tutup Gali Karst Pangkalan

Tahun 2013
-Bappeda Kabupaten Karawang mengeluarkan Surat Persetujuan Pemanfaatan Ruang (SPPR) kepada PT Jui Shin Indonesia Nomor 582/1018/Pras-TR tertanggal 24 Juli 2013.
-Tercatat dalam SPPR bahwa sekitar 48 hektare lahan di Pangkalan yang diperuntukan industri sesuai Perda Nomor 2 tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Karawang Tahun 2011-2031, berikut tambang bahan baku semen seluas kurang lebih 520 hektare di Desa Tamansari, Ciptasari dan Tamanmekar, dapat disetujui dengan ketentuan JSI dilarang melakukan kegiatan penambangan sebelum menyelesaikan semua perizinan, sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Tahun 2014
Juli
Penambang dan pemerintah daerah sepakat menutup pertambangan di kawasan karts Pangkalan, Kampung Bunder, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan.

September
-Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar inspeksi mendadak ke karst Pangkalan. Dalam sidak itu, Deddy melihat aktivitas pertambangan masih dilakukan. Akhirnya lahan tambang ilegal seluas 300 hektare disegel.
-Sembilan perusahaan yaitu PT DJU, CV EF, CV PE, CV BM, PT PSP, PT NTP, PT GJA, PT BE dan PT AJM diperiksa Polda Jabar.

Tahun 2016
Juni
-PT Mas Putih Belitung mengeluarkan surat dengan nomor 027.MPB-Jkt/SM-KRW/VI/2016 tertanggal 10 Juni 2016, ditandatangani oleh Fredy Chandra, Direktur PT Mas Putih Belitung. Dalam surat itu, PT Mas Putih Belitung mengklaim telah mendapat surat Izin Usaha Penambangan Eksplorasi nomor 340/Kep.59.BPMPT/2016 tertanggal 13 Januari 2016, dan izin sementara untuk melakukan pengangkutan dan penjualan atas nama PT Mas Putih Belitung Nomor 540/Kep.13/10.1.02.0/BPMPT/2016 tertanggal 9 Juni 2016 di lahan seluas 46,4 hektare yang berlokasi di Desa Tamansari, Kabupaten Karawang.
-Selain kepada kepala desa, surat itu ditembuskan kepada Kepala Polsek Pangkalan.

Oktober
-PT Jui Shin Indonesia (JSI) menyampaikan permohonan izin ke Pemerintah Kabupaten Karawang, untuk melakukan kegiatan pertambangan di kawasan karst seluas 400 hektare.
-Pemkab Karawang minta 5 hektare dijadikan sebagai destinasi wisata.

Desember
Masyarakat Karawang yang tergabung dalam Koalisi Melawan Tambang menuntut Pemkab Karawang menolak izin tambang yang diajukan PT Mas Putih Belitung di kawasan karst Pangkalan.
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template