Aset Tersangka Korupsi KPU Disita - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Aset Tersangka Korupsi KPU Disita

Aset Tersangka Korupsi KPU Disita

Written By Mang Raka on Sabtu, 10 Desember 2016 | 16.00.00

KARAWANG, RAKA - Lama tidak terdengar, akhirnya kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga kampanye di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang memasuki babak baru.
Tim penyidik Kejaksaan Negeri Karawang mendatangi sebuah kos-kosan berlantai 4 milik tersangka Abdullah, di Jalan Pangrango, Perumahan Karang Indah, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Jumat (9/12) kemarin.
Tim penyidik yang dipimpin Kasi Pidana Khusus Kejari Karawang Titin Herawati Utara, langsung menyita aset tersangka 30 unit AC in door dan out door, 30 unit televisi serta satu unit heater atau pemanas air. Penyitaan sejumlah aset ini disaksikan tesangka Abdullah dan kuasa hukumnya, Nasrul Hantaturi SH.
Menurut Titin, penyitaan aset tersebut merupakan bagian dari proses penanganan kasus korupsi pengadaan APK di KPU Karawang, yang saat ini tengah mereka tangani. Penyitaan ini sudah berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Karawang No 709/pen/pid/2016/PN Kwg. "Ini juga sekaligus dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi, kita melakukan penyitaan aset tersangka," kata Titin kepada Radar Karawang di lokasi penyitaan.
Untuk sementara, kata dia, pihaknya menyita AC dan TV yang terpasang di 30 kamar kos tersebut. Sebab, alat elektronik ini merupakan aset tersangka yang diduga diperoleh dari hasil korupsi. Sementara untuk aset lain seperti rumah atau aset bergerak, saat ini masih dalam penelitian terkait kepemilikan. "Untuk rumah atau kendaraan bergerak dokumennya masih kita pelajari. Tapi jika kepemilikannya sah dan diduga dari hasil korupsi akan kita sita," tandasnya.
Semua aset yang disita oleh penyidik kejaksaan ditempeli dengan stiker yang berbunyi 'Barang ini Disita oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Karawang'. Setiap aset yang sudah dipasang stiker tidak boleh dialihkan kepemilikannya oleh tersangka. "Setiap aset yang kita sita tidak boleh beralih kepemilikan sampai sidang selesai," tegasnya.
Titin menambahkan, hingga kini pihaknya belum bisa melakukan penyitaan terhadap aset Sekretaris KPU Karawang Nandang Ruhyatna, yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. "Penyidik masih mencari aset yang dimiliki tersangka Nandang. Soalnya rumah dan mobil yang digunakan kepemilikannya, masih terkait dengan pihak ketiga. Sedangkan aset lainnya masih kita telusuri," pungkasnya.
Keduanya belum ditahan karena kejaksaan masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan. (ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template