Angin Ribut di Pakis - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Angin Ribut di Pakis

Angin Ribut di Pakis

Written By Mang Raka on Senin, 05 Desember 2016 | 20.04.00

-21 Rumah Rusak, Sarang Walet Jebol

PAKISJAYA, RAKA – Angin ribut rupanya akan terus menghantui warga Kabupaten Karawang hingga akhir tahun ini. Pasalnya, selang satu hari menerjang wilayah perkotaan Karawang, angin ribut menyapu Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Sabtu (3/12).
Sedikitnya 19 rumah di Dusun Bungin dan 1 rumah di Dusun Pakis 1 rusak, serta 1 warung ambruk di tepi Pantai Pakis, Dusun Karangjaya. Berdasarkan pengakuan warga Dusun Bungin, Ne'an (36), angin kencang mulai menerjang pemukiman sekitar pukul 15.00 WIB. Saat kejadian, awalnya atap rumah yang dia tinggali terangkat. Sejurus kemudian dinding rumah yang dibangun sekitar dua tahun lalu jebol. "Dibanding 18 keluarga lain, rumah saya yang paling parah kerusakannya," ungkapnya kepada Radar Karawang.
Ia melanjutkan, angin baru reda satu jam kemudian. Melihat situasi sudah mulai kembali normal, Ne'an dibantu para tetangga mengikat kayu atap rumahnya dengan tambang nelayan agar tidak ambruk. "Khawatir atap asbesnya terbang dan mencelakakan masyarakat sekitar," tuturnya.
Di tempat berbeda, Waryono, pemilik warung di tepi Pantai Pakis menuturkan, warungnya ambruk tidak lama setelah kejadian di Dusun Bungin. Beruntung, sebelum kejadian nahas menimpanya, Waryono mempunyai firasat jika angin ribut akan melanda pesisir pantai. "Barang-barang dagangan sempat diamankan sebelum angin datang. Saya pasrah saja, namanya juga bencana," tuturnya.
Kepala Desa Tanjungpakis Karyo mengungkapkan, meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tapi belasan kepala keluarga mederita kerugian materil puluhan juta rupiah. "Ada 21 rumah rusak," ucapnya.
Sementara Kasipem Desa Tanjungpakis, Empud menambahkan, angin ribut juga menghancurkan sarang burung walet. Padahal sarang tersebut cukup kokoh karena dibangun menggunakan beton. "Dipastikan anginnya besar banget," ungkapnya.
Ia melanjutkan, setelah angin ribut menerjang wilayahnya, dia langsung berkordinasi dengan pemerintah kecamatan. "Beruntung pihak kecamatan langsung cepat tanggap dan responsif," ujarnya.
Peristiwa itu juga mengundang Tenaga Kesehatan Sosial Kecamatan (TKSK) Tanjungpakis. Robi salah satunya. Ia menjelaskan, setelah mendapat laporan dari pihak desa, pihaknya langsung mendata berapa jumlah rumah yang rusak. "Kita bantu dengan membuat laporan untuk diajukan kepada BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), sebagai upaya dari kami untuk meringankan beban mereka. Saya harap pemerintah daerah bisa membantu," pungkasnya.
Hal serupa juga terjadi di Desa Kalangsuria, Kecamatan Rengasdengklok. Sedikitnya tiga rumah dilaporkan rusak. "Asbes rumah terbang," ungkap seorang warganya, Rifki (31).
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat disertai petir dan angin kencang akan melanda Indonesia sampai tanggal 8 Desember 2016 mendatang. "Dari kondisi atmosfer terkini terdapat indikasi munculnya potensi hujan lebat disertai kilat atau petir, dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia," kata juru bicara BMKG, Hari T Djatmiko, dalam keterangan tertulisnya kepada media.
Menurut Hari, potensi hujan lebat akan terjadi dari tanggal 3 Desember hingga 8 Desember 2016 dan melanda Aceh, Sumatera Utara bagian Timur, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung bagian Barat, Banten, Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah bagian Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan bagian Utara, Papua bagian Tengah dan Utara. Atas perubahan cuaca itu, Hari mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan. Selain itu, masyarakat pesisir diimbau waspadai potensi gelombang laut tinggi. "Bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan dan masyarakat di wilayah pesisir diimbau untuk mewaspadai potensi gelombang laut tinggi dengan ketinggian antara 2,5–3,0 meter di Laut Andaman, Perairan Utara Aceh, Samudera Hindia Barat Sumatera, Perairan Utara Kepulauan Natuna, Laut Cina Selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Laut Halmahera," pungkasnya. (mg3/psn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template