Anak Pengungsi: Bapak, Aku Ingin Pulang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Anak Pengungsi: Bapak, Aku Ingin Pulang

Anak Pengungsi: Bapak, Aku Ingin Pulang

Written By Mang Raka on Jumat, 23 Desember 2016 | 19.16.00

Puluhan anak-anak pengungsi korban konflik agraria yang ditampung di rumah susun sewa (rusunawa) Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Timur, tampak tersenyum dan gembira, setelah mendapat sejumlah hadiah dan hiburan dari Yayasan Maria Monique Lastwish dan Tim Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Kamis (22/12) kemarin.
Selain mendapat hadiah berupa mainan anak-anak, mereka juga diajak berperan aktif untuk bernyanyi, sekaligus melupakan trauma dan memulihkan mental anak tersebut.
Pendiri Yayasan Maria Monique Lastwish, Natalia Tjahja, saat ditemui wartawan di sela-sela acara tersebut mengatakan, dirinya  bersama Tim Sekretaris Watimpres yaitu Julie T Mangkusuwignyo, M. Nasihin Hasan, dan Mayjen (Purn) IGK Manila, sengaja datang untuk memberikan kebahagiaan kepada anak-anak pengungsi. Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan penderitaan anak-anak yang mengalami trauma. "Kita prihatin dengan kondisi anak-anak yang tinggal di pengungsian, ini karena tentunya mental mereka menjadi terganggu. Kami berharap lewat bantuan ini paling tidak bisa sedikit meringankan penderitaan mereka," kata Natalia.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, Yayasan Maria Monique Lastwish dan tim Watimpres menyerahkan bantuan berupa ratusan souvenir alat tulis, permaianan anak, snack, sejumlah hadiah permainan dan makanan. Anak-anak pengungsi dihibur dengan berbagai acara permainan, pembacaan puisi. Sebagian ada juga anak-anak yang mendapatkan hadiah berupa balon. Namun ada yang menarik dalam balon itu, terutama terkait tulisan "Bapa, aku ingin pulang".
Sementara itu, Sekretaris Watimpres, Julie Mangkusuwignyo mengatakan, tim Watimpres bersama yayasan sengaja hadir untuk berbagi kasih dengan anak-anak pengungsi. Watimpres datang dalam rangka misi sosial yang dilakukan secara langsung ke masyarakat. "Sebenarnya ini awalnya acara sosial saya pribadi. Tapi ternyata teman-teman di Watimpres juga ikut mendukung acara ini," katanya.
Kedatangan Watimpres selain untuk melakukan kegiatan sosial, juga untuk mendengarkan permasalahan dari semua pihak. Secara khusus Watimpres tidak dalam posisi berada dalam pusaran konflik tersebut, hanya mengambil posisi ditengah dan mencari solusi bagaimana menyelesaikan konflik ini. "Kita hanya mendengarkan saja, termasuk penjelasan dari bupati Karawang tentang masalah ini," kata Julie.(ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template