Aktivitas Truk Mengancam Nyawa Wisatawan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Aktivitas Truk Mengancam Nyawa Wisatawan

Aktivitas Truk Mengancam Nyawa Wisatawan

Written By Mang Raka on Jumat, 30 Desember 2016 | 12.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Jangan berharap membatas aktivitas truk-truk bertonase melebihi beban jika pemerintah daerah sendiri pun tidak peduli terhadap hal tersebut. Demikian berbagai kesepakatan yang dibuat tetap mentah meski sekeras apapun masyarakat mengeluhkan.

Itu yang terjadi Kamis (29/12) di jalan utama Badami Loji perlintasan Telukjambe Barat. Kendaraan berat jenis truk besar pengangkut material dengan tonase berat masih lalulalang di ruas jalan itu. Padahal arus lalulintas mulai memadati ruas jalan menuju sejumlah objek wisata yang ada di wilayah Karawang selatan. Sementara volume terus mengalami peningkatan mendekati momentum pergantian tahun.
Arus lalulintas didominasi kendaraan seperti motor dan mobil-mobil pribadi, dan wilayah Karawang Selatan menjadi tujuan utama kendaraan-kendaraan tersebut. Bahkan hingga kemarin kepadatan sudah terlihat di perlintasan utama Telukjambe Barat, terutama di ruas jalan Badami. Yang disesalkan, truk bermuatan berat pun ternyata tidak kalah banyaknya. Aktivitas truk-truk ini menuai keluhan baik dari wisatawan maupun warga yang menggunakan jalur tersebut.
Seperti diungkapkan Henwin (34), dirinya merasa takut mengendarai kendaraannya bersisihan dengan truk-truk tersebut. Bukan hanya badan kendaraan yang besar tetapi juga badan jalan yang juga mengalami penciutan. "Dalam situasi seperti ini mestinya dinas perhubungan menghentikan sementara aktivitas truk-truk itu supaya wisatawan merasakan aman," ucap Henwin.
Henwin bukan hanya mengeluhkan kemacetan yang terjadi akibat aktivitas truk-truk tersebut tetapi juga ancaman kecelakaan yang dibawah oleh truk-truk tersebut. "Mereka sering ugal-ugalan dan mengendarai truk dengan cara konvoi. "Saya sendiri suka kagok kalau bersisihan dengan konvoi truk dan ngeri. Belum lagi debu tebal yang terkadang menyaput pandangan dan membuat mata kelilipan, itu amat berbahaya," ucap pengendara motor ini.
Demikianpun Iswan (45) juga pengendara motor mengeluhkan hal sama. Truk-truk besar itu melaju tergesa-gesa seperti mengejar waktu karena akan memasuki waktu larangan beroperasi di jalan utama Badami Loji, karena menghadapi tahun baru. Dirinya menyayangkan bahwa kendaraan besar lalulalang yang  melintasi jalan tersebut membuat jalan pun kembali kotor dan malah membuat pengguna jalan terutama motor kesal. "Memang itu hak mereka juga melintasi jalan utama Badami Loji kerena larangan melintasnya belum berlaku. Tapi ya minimal kan sekarang akan masuki liburan, seharusnya pemilik usaha jasa kendaraan besar mesti membatasi aktivitasnya karena intensitas kendaraan terlalu banyak," tandasnya.
Hal senada pun diutarakan Icang (40), penjual minuman ringan, dirinya malah bertolak belakang dengan adanya larangan kendaraan besar karena yang menkonsumsi minuman kebanyakan pengemudi truk. Dan dirinya berharap ada solusi yang baik agar kendaraan besar tidak berhenti tapi langganannnya bisa ada. "Kalau ada yang ganti pembeli minuman kalau ada ya jangan sampai berhenti. Tapi ada solusi terbaik agar yang berjualan bisa ada yang beli. Dan memang sampai saat ini pembelinya selain mobil elf juga truk-truk yang paling dominasi membeli air mineral," tutupnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Bikin peraturan yg lebih Keras lg CABUT simnya (tahan). Buat yg melanggar.),ibu /bapak penjabat yg bersangkutan, Tolong di perketat lagi ya aturannya.tolong Masyarakatkan budaya DISIPLIN. Pemerintah harus merespon keluhan-keluhan - warga. Krn sgt menghawatirkan situasinya.✌🏾️

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template