8 Anak Dicabuli, 5 Dijual - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » 8 Anak Dicabuli, 5 Dijual

8 Anak Dicabuli, 5 Dijual

Written By Mang Raka on Selasa, 20 Desember 2016 | 22.00.00

-Dalam Setahun 32 Perempuan Alami Kekerasan

KARAWANG, RAKA - Kabupaten Karawang ternyata belum menjadi daerah ramah anak dan perempuan. Buktinya, dibanding tahun lalu, kasus kekerasan anak dan perempuan terus meningkat.
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Karawang, Banuara Nadeak mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. "Sekarang ini kami menerima 45 laporan kasus. Sedangkan tahun lalu hanya ada 35 laporan (kasus kekerasan perempuan dan anak)," kata  Banuara Nadeak kepada wartawan, Senin (19/12) kemarin.
Banuara menduga, jumlah kasus tersebut bisa saja lebih banyak dari data yang mereka miliki. Sebab, hanya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang mereka tangani yang dilaporkan. Pasalnya, kasus kekerasan tersebut merupakan delik aduan. "Sehingga jika tidak dilaporkan, kami tidak berwenang untuk menangani kasus tersebut," kata Nadeak.
Dikatakannya, dari 45 kasus, sebanyak 32 kasus di antaranya merupakan kasus kekerasan dalam rumah tangga. Sisanya, delapan kasus kekerasan seksual terhadap anak, serta lima kasus perdagangan orang atau trafficking. "Sebanyak 45 kasus kekerasan perempuan dan anak itu ditangani atas pengaduan masyarakat. Kami menanganinya hingga kasus itu dilimpahkan ke aparat kepolisian," tandasnya.
Banuara meyakini jika kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih banyak yang belum ditangani, karena masyarakat enggan melaporkan kasus itu ke instansi terkait. Di antara faktor masyarakat enggan melaporkan kasus tersebut, karena pihak keluarga yang takut melapor, khawatir mengeluarkan banyak biaya, masyarakat yang kurang mengerti proses hukum, dan lain-lain. "Kami mengakui itu, jadi memang membutuhkan sosialisasi dan pemahaman ke masyarakat secara, utuh seputar kasus kekerasan perempuan dan anak, agar masyarakat mau melaporkan kasus tersebut," kata dia.
Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Karawang saat ini memiliki 10 relawan, dan dua orang konsultan yang siap menangani laporan kekerasan perempuan dan anak. Selain itu, ada pula Satgas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Anak (P2TP2A) yang disebar di setiap kecamatan sekitar Karawang.(ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template