4 M Untuk Jalan dan Drainase Johar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 4 M Untuk Jalan dan Drainase Johar

4 M Untuk Jalan dan Drainase Johar

Written By Mang Raka on Kamis, 08 Desember 2016 | 16.00.00

*Sumber Dana dari Pos Anggaran Tanggap Darurat

KARAWANG, RAKA - Angka empat miliar yang muncul sebagai biaya perbaikan jalan dan drainase Johar ternyata menggunakan pos anggaran Tanggap Darurat. Hal itu karena selama musim hujan ini jalan itu mengalami banjir dan tidak surut-surut selama dua bulan.

Kepala Dinas Binamarga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri, tidak menyangkal ketika ditanya perihal itu. Alokasi anggaran itu karena mempertimbangkan jenis permasalahannya. "Nilainya Rp 4 Miliar seluruhnya dan itu semuanya dari pos anggaran tanggap darurat bencana," ujar Acep kepada Radar Karawang, baru-baru ini.
Menurutnya, alasan kenapa anggaran dari pos tanggap darurat bencana itu digelontorkan untuk perbaikan jalan dan drainase di johar, itu ada aturannya. "Itu ada SK Bupatinya (sebagai dasar hukum)," tandas Acep, seraya menambahkan ketika diperbaiki dalam drainase ada kasur, bantal dan barang-barang lain. Makanya banjir.
Sementara Ketua Apdesi Pertama, Yusuf Nurwenda, menilai, langkah yang dilakukan pemerintah daerah untuk perbaikan jalan dan drainase johar yang menggunakan anggaran tanggap darurat bencana kurang tepat. Pasalnya banyak dititik-titik lain yang selalu mengalami bencana rutin seperti banjir.
Dia mencontohkan, didaerah Cikampek, tepatnya di Perumahan BMI, setiap memasuki musim hujan selalu mengalami kebanjiran. Tidak kurang dari 300 rumah terendam, termasuk barang-barang elektronik dan prabotan rumah ikut hanyut dan rusak akibat banjir tersebut. "Warga Perumahan BMI selalu mengalami kebanjiran. Saat musim hujan tiba. Ini karena luapan air dari sungai cikaranggelam. Warga selalu rigi jutaan rupiah kalau kena banjir," ujarnya.
Dia juga menyampaikan, pemerintah daerah hanya mengalokasikan anggaran penurapan sungai cikaranggelam dan mengeruk secara rutin sampah yang menumpuk di Cikaranggelam.
Padahal kalau gorong-gorong sipon cikaranggelam dilakukan normalisasi, atau saluran irigasi dirubah posisinya menjadi ada dibawah saluran cikaranggelam, maka banjir rutin BMI kemungkinan besar tidak akan terjadi. "Jadi memang disini lebih dibutuhkan. Karena korbannya warga yang jumlahnya tidak sedikit. Paling tidak 300 rumah terendam saat musim hujan tiba," ujarnya.
Sementara daerah lainnya adalah sepanjang pesisir pantai utara Karawang, yang setiap tahun selalu mengalami pengikisan daratan akibat rob. Kalau saja pesisir pantai utara bisa dirawat dan bisa dikembangkan, selain bisa menyelamatkan permukiman warga bisa juga menjadi tempat wisata yang baik, seperti hutan bakau dan lain sebagainya. "Saya rasa, Rp 4 miliar itu ada yang lebih membutuhkan. Dibanding perbaikan jalan dan drainase Johar. Itu bisa dialokasikan dari pos Bina Marganya sendiri," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template