18 Kantor Desa Belum Seragam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 18 Kantor Desa Belum Seragam

18 Kantor Desa Belum Seragam

Written By Mang Raka on Rabu, 28 Desember 2016 | 21.29.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Proyek pembangunan prototipe kantor desa yang seharusnya sudah rampung tahun ini, masih tersisa 18 desa dari 309 desa/kelurahan di Kabupaten Karawang.
Meski begitu, proyek yang akan dilanjutkan tahun depan, mengalami kenaikan anggaran Rp 100 juta. "Sisa 18 desa lagi, Insyaallah tahun depan digarap semua. Anggarannya juga naik menjadi Rp 500 juta per desa," ungkap Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Karawang, Akhmad Hidayat di sela peresmian kantor Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Selasa (27/12) kemarin.
Ia melanjutkan, kenaikan anggaran tersebut karena harga material dan biaya tidak terduga lainnya diprediksi naik. Ia berharap, 18 desa tersebut bisa jauh-jauh hari mengurusi urusan lahannya, karena yang dibutuhkan sebelum pembangunan hanya 400 meter berikut kelengkapan surat ajuannya. "Jika tak kunjung diurus, saya justru heran terhadap para kades selama ini. Pasalnya, prototipe sudah dianggarkan, namun tak kunjung bisa membeli lahan sendiri," tuturnya.
Menurut Hidayat, jika kepala desa memiliki niat, seharusnya berpikir membeli lahan sejak dulu. Sebab sudah jauh-jauh hari, pihaknya sudah mengarahkan soal ini. Jangan sampai dibiarkan yang akhirnya terus tertunda karena tidak memenuhi syarat. "Kita ingin kades sudah tuntaskan soal lahannya dan jangan menunda-nunda lagi. Tahun depan seharusnya dirampungkan," ujarnya.
Camat Cilamaya Wetan Drs H Hamdani mengatakan, di kecamatannya menyisakan 1 desa lagi yang belum dibangunkan prototipe, yaitu Desa Muara. Setelah sebelumnya kesulitan mencari lahan, karena yang ada adalah lahan Perhutani. Hasilnya saat ini sudah siap semua, tinggal menunggu pembangunan di tahun 2017. "Awalnya terkendala soal lahan, sekarang sudah beres," pungkasnya.
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, bantuan prototipe dengan besaran Rp 400 juta diakuinya hanya sebatas stimulan saja dari pemkab. Dana ini diakuinya masih akan selalu kurang, apalagi harga material dan biaya-biaya tak terduga lainnya naik. "Saya apresiasi desa seperti Sukatani, yang mampu guyub bersama masyarakatnya hingga mampu menganggarkan Rp 500 juta secara swadaya," tuturnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template