Waduk Jatiluhur Limpas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Waduk Jatiluhur Limpas

Waduk Jatiluhur Limpas

Written By Mang Raka on Selasa, 15 November 2016 | 19.07.00

-Debit Air di Atas Normal

PURWAKARTA, RAKA - Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Jatiluhur terus naik. Bahkan sudah beberapa hari ini, air di waduk Ir Djuanda tersebut sudah limpas melalui sumur limpasan. Sampai kemarin, tinggi muka air di waduk serbaguna tersebut sudah di angka 107,87 meter di atas permukaan laut (mdpl). Meski tinggi air sudah melebihi ambang batas normal, namun Perum Jasa Tirta (PJT) II selaku pengelola waduk belum mengeluarkan status siaga.
"Ya, saat ini air sudah limpas ke morning glory (sumur pelimpah). Beberapa hari ini TMA memang bertahan kisaran 107 mdpl. Tapi belum status siaga," kata Manajer Humas dan Informasi PJT II Jatiluhur, Rina Rimayanti.
Penyebab kenaikan air di waduk terbesar di Indonesia itu menyusul tingginya intensitas hujan sejak beberapa hari terakhir di Jawa Barat. Bahkan beberapa hari lalu, Waduk Saguling mengumumkan membuka pintu spillway nomor 3 setinggi 1 meter. Tindakan itu sesuai dengan standar operasi karena ketinggian air telah mencapai 643,70 mdpl pada saat elevasi mencapai 643,80 mdpl. "Intensitas hujan yang tinggi memang menjadi penyebab utama naiknya debit air Sungai Citarum. Sebetulnya ini sudah menjadi perhitungan kami, dan tentunya dapat kami atasi. Dipastikan meski air sudah limpas, kondisi waduk tetap aman," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Pengelolaan Air PJT II Harry M Sungguh menambahkan, soal dibukanya pintu air spillway 3 Waduk Saguling tidak berpengaruh besar terhadap Waduk Ir H Djuanda. Sebab sebelum ke Jatiluhur, air yang dikeluarkan Saguling ditampung dulu di Waduk Cirata. "Artinya, untuk implikasi darurat enggak, kan ditampung dulu di Waduk Cirata. Waduk Cirata sendiri airnya tidak limpas karena saluran pembuangannya cukup banyak," kata dia.
Harry mengklaim meski saat ini air di waduk Ir H Djuanda sudah limpas, tapi dipastikan tidak akan menyebabkan bajir daerah hilir, seperti wilayah Kabupaten Karawang. "Jika saat ini Karawang banjir, bukan disebabkan dari waduk yang limpas. Tapi persoalan lain," jelas dia.
Terpisah, Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Jatiluhur Djoko Saputro mengklaim, pihaknya masih terus melakukan pemantauan secara maksimal. Berdasarkan pantauan, kata dia, air waduk Jatiluhur yang berasal dari Waduk Saguling dan Waduk Cirata meski dalam kondisi di atas normal, tetapi masih bisa ditangani oleh PJT II Jatiluhur. Bahkan pihaknya sudah memasang 50 alat pengontrol debit air di Sungai Citarum. "Kondisinya memang di atas normal, tetapi masih aman. Ambang batas permukaan air waduk itu 109 mdpl, sekarang masih di titik 107,5 mdpl. Ada 50 alat pendeteksi debit air juga sudah kami sebar," kata Djoko saat melakukan pantauan langsung di Waduk Jatiluhur.
Di desa yang masuk ke dalam wilayah daerah aliran sungai Citarum kata dia, sudah dijelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan selama 24 jam. Aliran dari Waduk Saguling dan Cirata saat ini masih terpantau sebanyak 450 m3/detik, sementara kondisi di atas normal paling tidak harus mencapai titik 900 m3/detik. Terkait banjir di Kabupaten Karawang, Djoko menuturkan bahwa banjir tersebut bukan berasal dari luapan air Sungai Citarum, tetapi berasal dari Sungai Cibeet. "Kita masih bisa menangani debit air Waduk Jatiluhur, jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan banjir itu berasal dari Citarum. Saya sampaikan banjir tersebut berasal dari luapan Sungai Cibeet," pungkasnya. (awk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template