Usut Dana Kapitasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Usut Dana Kapitasi

Usut Dana Kapitasi

Written By Mang Raka on Rabu, 02 November 2016 | 20.30.00

-Uchok Khadafi: Ada Indikasi Penyalahgunaan Kewenangan

KARAWANG, RAKA - Temuan ketidakwajaran penggunaan dana kapitasi periode Januari-Juni 2014, seharusnya bisa diusut oleh Kejaksaan Negeri Karawang. Terlebih skandal tersebut terungkap setelah hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Jawa Barat, diketahui publik.
Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, ada indikasi penyalahgunaan kewenangan dan maladministrasi. Karena seharusnya dana kapitasi itu langsung disalurkan ke puskesmas, bukan diendapkan dulu di Dinas Kesehatan. Bahkan akan menjurus korupsi, jika uang yang seharusnya diperuntukan kegiatan puskesmas dan belanja pegawai, tapi digunakan untuk hal lain. "Seharusnya kejaksaan menindaklanjuti temuan BPKP. Jika tidak diusut, maka temuan tersebut mubazir dan dianggap sampah," ungkapnya kepada Radar Karawang saat dihubungi, Selasa (2/11) malam.
Menurut sumber internal Dinkes yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, BPKP juga menemukan sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) dana kapitasi tahun anggaran 2015, digunakan tidak sesuai dengan amanat Peraturan Presiden No 32 Tahun 2014. "Silpa dana kapitasi Rp 18 miliar digunakan untuk rehab gedung beberapa puskesmas. Menurut BPKP temuan ini tidak boleh, dan di luar peruntukannya," ujarnya.
Ia melanjutkan, jika melihat pada aturan, seharusnya silpa dana kapitasi digunakan untuk kegiatan yang sama yaitu biaya jasa pelayanan medis 60 persen, dan 40 persen biaya tambahan operasional pelayanan kesehatan. Namun sayang, temuan tersebut akhirnya tidak ditindaklanjuti oleh aparat hukum. Karena sebelum laporan BPKP selesai, Dinas Kesehatan Karawang buru-buru menghimpun dana ke setiap puskesmas Rp 5 juta. "Dana tersebut diduga mengalir untuk memperbaiki laporan yang ada. Agar temuan penyalahgunaan dana kapitasi dianggap wajar," jelasnya.
Anggota Komisi D DPRD Karawang Asep IB mengatakan, Dinas Kesehatan Karawang mengakui memiliki dana silpa kapitasi tahun 2015 sebesar Rp 18 miliar. "Dana tersebut masih utuh tersimpan di setiap puskesmas," kata anggota dewan yang mendengar pernyataan Kepala Dinas Kesehatan dr Yuska Yasin, saat rapat anggaran belum lama ini.
Namun menurut Asep, pengakuan tersebut baru sebatas lisan belum berbentuk dokumen resmi. "Laporan secara tertulis belum, baru sebatas lisan itu juga dalam rapat anggaran," terangnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Teddy Rusfendi Sutisna, hingga berita ini diturunkan belum bisa dimintai tanggapan dana kapitasi yang menjadi temuan BPKP tersebut. Telepon dan SMS tidak dibalas. Bahkan di tunggu depan ruang kerjanya, Radar Karawang belum berhasil menemuinya.
Begitu juga dengan Kepala Dinas Kesehatan Karawang dr Yuska Yasin, masih sulit dimintai tanggapan persoalan tersebut. (dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template