Traktor Bantuan Pemerintah Jadi Ajang Bisnis - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Traktor Bantuan Pemerintah Jadi Ajang Bisnis

Traktor Bantuan Pemerintah Jadi Ajang Bisnis

Written By Mang Raka on Kamis, 10 November 2016 | 12.00.00

-Disewakan Satu Juta Perhektare

TEMPURAN, RAKA- Bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) berupa traktor Transplanter (alat tanam padi) hingga kombine olehpemerintah, dirasa masih kurang efektif bagi masyarakat. Pasalnya, selain dikuasai kelompok tani, harga sewa alsintan subsidi pemerintah itu tak ubahnya menjadi ajang cari keuntungan kelompok tani dengan sewa-menyewa dengan harga non subsidi.
Kata Kepala Desa Cikuntul Kecamatan Tempuran, Dede Gunawan, pihaknya menghargai pemberian bantuan alsintan seperti traktor bagi petani misalnya. Namun, efektifitas pemanfaatan bantuan bagi anggota dan masyarakat tani lainnya masih dirasa kurang optimal. Sebab, selain dibawah kendali kelompok tani yang itu-itu saja, kesempatan menikmati traktor bantuan pemerintah yang diharapkan bisa lebih murah justru tidak dirasakan petani pada umumnya. Ia mencontohkan seperti garapan jasa traktor pada umumnya, dihargai Rp 1 juta per hektarnya. Ini tidak berbeda dengan jasa traktor hasil bantuan pemerintah yang turun ke kelomok tani.
Padahal seharusnya sebut Dede, jika harga umum jasa garap tracktor Rp 1 juta, bagi petani yang digarap traktor subsidi bisa lebih murah sekitar Rp 700-800 ribuan misalnya. Tapi yang ada sesalnya, sama-sama mencari keuntungan bisnis walaupun mesin itu hasil pemberian pemerintah. "Traktor hasil beli dan yang diberi pemerintah, biaya jasa garapnya sama saja. Yang untung kan kelompok tani, tapi efektifitasnya ke petani lain gak ada," katanya.
Dede menambahkan, bantuan alsintan yang tidak efektif itu, ada baiknya dikurangi. Bahkan, jika turun kembali idealnya simpan saja di kantor desa, agar garapan sawah dengan traktor subsidi pemerintah ini bisa dipakai semua petani di desa dengan biaya yang lebih murah. "Simpan saja di desa, biar desa yang kontrol sekalian," katanya.
Senada diungkapkan Kepala Desa Pulomulya Kecamatan Lemahabang Odang Akrab, dirinya mengaku sempat menolak tandatangan ajuan alsintan maupun kendaraan operasional dari kelompok tani. Karena ingin tahu kejelasan, apakah bantuan alat-alat pertanian ini murni sebatas untuk kelompok tani saja atau juga untuk petani pada umumnya. Karena, ia merasa, bantuan-bantuan semacam itu dipergunakan semaunya oleh kelompok tani dan jarang memberi kesempatan ke petani lainnya untuk sama-sama merasakan manfaat. Karenanya, pihak desa sebelum tandatangani ajuan, ingin tahu lebih dulu, apakah pemanfaatan itu untuk pribadi atau kelompok. "Saya pernah tolak tandatangan ajuan bantuan alat pertanian, karena ingin tahu pemanfaatnya untuk pribadi, kelompok atau umum," tambah kades.
Sementara itu, Kepala BP3K Lemahabang, H Eman Dahman mengungkapkan, bantuan-bantuan alsintan itu tergantung spesifikasi pemanfaatannya. Jika cator misalnya, untuk angkutan bagi petani jamur, maka kelompok itu saja yang memanfaatkannya dan gak mungkin digunakan untuk keperluan lainnya. Sementara traktor dan lainnya misalnya sebut Eman, meskipun bantuan, tetap saja ada biaya operasional tanggung renteng bagi yang menikmati pemanfaatannya. Entah sewa, jasa garap dan sejenisnya. "Tergantung spesifikasinya, apakah untuk petani jamur, padi atau lainnya? Tetap saja operasional dan sewa mah ya tanggung sama-sama," jelas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

2 komentar:

  1. nahhh inii ,, kudu diaudit nih,, gapoktan kudu diaudit

    BalasHapus
  2. jelas progam seperti ini tidak serta merta dn hanya menguntungkan kelompok lebih2 menguntungkang rais dr kelompok itu..... cabut

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template