Ternyata Kades Lemahkarya Bayar Asuransi Kecelakaan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ternyata Kades Lemahkarya Bayar Asuransi Kecelakaan

Ternyata Kades Lemahkarya Bayar Asuransi Kecelakaan

Written By Mang Raka on Selasa, 22 November 2016 | 18.17.00

KARAWANG, RAKA - Denda yang diributkan Kepala Desa Lemahkarya, Kecamatan Tempuran, Ento Tohir saat membayar pajak mobil desa di Kantor Samsat Karawang, ternyata bukan denda pajak kendaraan.
Setelah ditelusuri kebenarannya oleh Radar Karawang, biaya yang dikenakan Rp 572 ribu adalah Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Biaya itu dikenakan kepada pemilik kendaraan setiap membayar pajak, dan tercantum dalam surat ketetapan pajak STNK.
Kepala Cabang Pelayanan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Jawa Barat Wilayah Kabupaten Karawang, Dadang Warsono mengatakan, denda pajak kendaraan yang dituduhkan Kades Lemahkarya tidak benar. Program Pemerintah Provinsi Jawa Barat membebaskan biaya pokok dan sanksi administratif dalam pengurusan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), di Kabupaten Karawang sudah sesuai aturan. "Tidak benar. Saya pastikan tidak ada pungutan denda pajak kendaraan," ungkapnya kepada Radar Karawang, Senin (21/11) kemarin.
Ia melanjutkan, dirinya juga sudah melacak Surat Ketetapan Pajak STNK mobil sang kades. Di surat tersebut tidak tercantum jumlah denda sanksi administratif. Melainkan biaya pajak kendaraan bermotor Rp 2.142.000 dan SWDKLLJ Rp 572 ribu. Total yang dibayar adalah Rp 2.714.000. Selain itu, Dadang juga mendatangi Camat Tempuran Suwandi untuk mengklarifikasi persoalan tersebut. "Saya khawatir masyarakat berasumsi jika Samsat memungut denda pajak kendaraan. Padahal tidak. Di surat pajak juga tidak tercantum denda pajak," tuturnya.
Mengenai SWDKLLJ, Dadang mengatakan itu kewenangan Jasa Raharja. Pihaknya juga sudah berusaha meminta Jasa Raharja agar mau ikut program pembebasan denda pajak. Namun, perusahaan milik negara yang bergerak di bidang asuransi kecelakaan tersebut, hanya menghilangkan denda tahun sebelumnya. Sedangkan tahun berjalan dibebankan kepada pemilik kendaraan. "Makanya di surat pajak tercantum biaya SWDKLLJ," ungkapnya.
Ditambahkan Kasi Penerimaan dan Penagihan Samsat Karawang, Ayi Jaelani, yang dimaksud Kades Ento mungkin SWDKLLJ. Karena yang tercantum dalam surat ketetapan pajak hanya biaya pajak kendaraan bermotor dan sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan. "Lebih jelasnya kita akan ikut rapat minggon di Tempuran (hari ini). Kita akan jelaskan soal program ini," ungkapnya.
Sementara Kades Ento mengaku denda yang dia maksud adalah SWDKLLJ. "Saya tidak tahu SWDKLLJ itu apa, denda meureunnya (kayaknya)?" ujarnya. (psn/rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template