Tegang Takut Jatuh ke Air - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tegang Takut Jatuh ke Air

Tegang Takut Jatuh ke Air

Written By Mang Raka on Selasa, 15 November 2016 | 12.30.00

- Kades Mulyamekar Dilantik di Aliran Citarum

PURWAKARTA, RAKA - Ada yang berbeda dalam prosesi pelantikan Kepala Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakan Cikao, Senin (14/11) kemarin. Prosesi pelantikan bukannya di gedung ataupun hotel, melainkan di atas aliran Sungai Citarum. Dalam proses pelantikan ini, Kepala Desa (Kades) Mulyamekar Ampih sempat gugup saat dilantik di atas speed boat. Namun, Ampih bukan grogi karena dilantik, melainkan takut jatuh ke dalam air.
Tak hanya dirasakan oleh Ampih, ketegangan pun dialami istrinya yang ikut mendampingi. Menurut Ampih, hal itu bukan dikarenakan karena prosesi pelantikan yang baru saja ia lalui melainkan karena takut terjatuh ke dalam Waduk Jatiluhur. “Barusan itu di atas speed boat takut jatuh, jadi grogi bukan karena dilantik tapi karena speed boatnya goyang-goyang,” kata Ampih, kemarin.
Terkait arahan Bupati Purwakarta, ia mengaku siap melaksanakannya pada tingkatan teknis di desa. Bahkan, arahan tersebut segera dia sampaikan dalam rapat bersama Badan Musyawarah Desa yang akan dia laksanakan malam ini juga. “Tentu kami siap laksanakan. Malam ini segera berkoordinasi dengan Bamusdes,” paparnya.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengungkapkan, sebelumnya dia melakukan pemantauan debit air Waduk Jatiluhur yang diketahui mengalami peningkatan. Dedi mengatakan, bahwa lokasi pelantikan yang tidak biasa ini sengaja dipilih, untuk mengingatkan kepada kepala desa di seluruh Purwakarta agar menaruh perhatian lebih terhadap lingkungan. “Agar kepala desa mengerti untuk mengelola lingkungan di wilayahnya,” kata Dedi usai melantik.
Dedi memberikan arahan, agar pemerintahan desa fokus untuk mengendalikan perumahan terutama perumahan yang dibangun di atas area resapan air. Konstruksi bangunan pun menjadi perhatian. Ia mengingatkan, agar konstruksi bangunan di Purwakarta tidak boleh serba beton. “Saya sampaikan, tidak ada izin lagi untuk perumahan. Pemerintahan desa harus memperhatikan betul, desa itu benteng segalanya, benteng lingkungan, benteng kebudayaan jadi harus betul-betul memperhatikan dampak lingkungan sekitar dalam mengelola pembangunan,” jelasnya. (awk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template