Tabung Pabrik Oli Bekas Meledak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Tabung Pabrik Oli Bekas Meledak

Tabung Pabrik Oli Bekas Meledak

Written By Mang Raka on Selasa, 22 November 2016 | 18.16.00

-Dua Orang Tewas

KARAWANG, RAKA - Duarrr....Suara ledakan di PT Tau Inti Bathi membuat geger warga Kampung Pasir Peundey RT 09/04, Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan, sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (21/11) kemarin.
Ada yang merasakan rumah mereka bergetar hingga jam dinding jatuh. Ada pula yang menangis karena panik. "Rumah bergetar hingga jam dinding jatuh," kata Een (45) warga setempat.
Pascakejadian, Een mengaku sempat menangis dan berusaha mencari tahu kondisi suaminya. Sebab, suaminya merupakan karyawan di perusahaan tersebut. "Saya sempat nangis, takut yang jadi korban adalah suami saya. Saya kalap, soalnya suami saya bekerja bantu-bantu pengelasan," terang Een.
Hal senada juga diutarakan Rani (30) warga lainnya. Meski belum pernah mendengar suara ledakan bom, ia mengatakan suara ledakan yang terjadi siang itu sangat menggelegar. "Kaca rumah bergetar dan saya sempat terjatuh di rumah," kata Rani.
Rani semakin panik setelah mendapat informasi jika korban ledakan itu berpakaian warna merah. Sebab, keponakannya saat bekerja di pabrik tersebut menggunakan pakaian yang sama. Selain itu, ia juga belum mengetahui dari mana asal ledakan. "Saya langsung lari ke arah pintu gerbang, sampai saya terjatuh. Saya khawatir suami dan keponakan saya jadi korban. Soalnya suami saya bekerja di bagian mesin. Jadi, saya sangat takut sekali," ungkapnya.
Namun, yang menjadi korban adalah dua karyawan PT Fajar Perkasa. Mereka tewas seketika setelah satu dari dua tangki penampungan oli bekas setinggi 6 meter, diameter 3 meter meledak. Kedua korban tewas masing-masing Safrudin (31), warga Dusun Jatimulya Desa/Kecamatan Klari, dan Dede Mulyadi (35) warga Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari. Kedua karyawan perusahaan pembuat tangki bagian pengelasan itu, tewas seketika dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Tubuh Safrudin terlempar hingga 97 meter. Kepalanya terbentur coran. Sedangkan Dede terlempar 42 meter dengan posisi kepala membentur tanah. Jenazah kedua korban langsung dievakuasi ke ruang instalasi forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.
Kapolsek Pangkalan AKP Agus Wahyudin ketika ditemui Radar Karawang usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab ledakan tersebut, karena masih dalam proses penyelidikan. "Dugaan sementara kedua korban tewas setelah tangki yang sedang dalam proses pengelasan itu meledak, hingga terlempar puluhan meter," kata Agus.
Saat dilakukan olah TKP, kedua korban masih mengenakan alat perlengkapan pengamanan kerja. Agus menduga, atap (bagian penutup)  tangki meledak dan terlempar sekitar 27 meter, lantaran tekanan udara dari dalam tabung yang dipicu oleh panas saat proses pengelasan. "Kedua korban bukan karyawan pabrik (PT Tau Inti Bathi) ini, melainkan karyawan PT Fajar Perkasa. Mereka sedang bertugas memasang tangki yang baru dipesan pabrik ini," terang Agus.
Manajer pabrik, Aming alias Toni (48) menambahkan, tangki yang meledak merupakan satu dari dua tangki, yang dibeli untuk menampung oli-oli bekas yang dikirim pihak pemasok. Sebelum dilakukan serah terima, pihak produsen (PT Fajar Perkasa) wajib menyelesaikan pekerjaan, hingga tangki tersebut siap dioperasikan. "Biasanya kami memesan tangki secara impor, dan baru kali ini kami menggunakan tangki lokalan," kata Toni.
Saat ditanya penyebab ledakan tersebut, Toni enggan memberikan keterangan. Sebab, secara teknis dirinya kurang memahami pekerjaan pengelasan. "Saya nggak tau. Mungkin pihak kepolisian yang lebih tahu, karena mereka yang berwenang untuk mengetahuinya," ucapnya. (ops)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Yang harus diperdalam lagi soal legality pabrik pengolahan olie bekas itu,
    apakah study amdal dllnya sudah dipenuhi ? Kondisi di lapangan bahwa sll
    tiap hari terdapat pemandangan asap membumbung ke udara yg dihasilkan oleh
    pabrik limbah tsb. Jelas hal ini mengganggu linkungan. Mohon peduli dinas terkait dari pemkab dan pemprov. Trima kasih

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template