SMA/SMK Sederajat Khawatir Kekurangan Biaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » SMA/SMK Sederajat Khawatir Kekurangan Biaya

SMA/SMK Sederajat Khawatir Kekurangan Biaya

Written By Mang Raka on Sabtu, 12 November 2016 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Sudah resminya pengelolaan sekolah tingkat menengah oleh pemerintah provinsi, membuat sekolah-sekolah di Karawang khawatir. Pasalnya, banyak beredar bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang akan memangkas dana PMMS bahkan mengalihan secara keselurahan ke tingkat dasar yaitu SMP dan SD sederajat.
Kepala SMKN 1 Tirtamulya Drs Abdillah mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan tentang siapa yang mengelola sekolah tingkat menengah, karena yang terpenting baginya adalah semua kebutuhan sekolah yang bersifat untuk menunjang kegiatan belajar dan mengembangkan potensi para siswa tetap bisa terpenuhi. "Siapa pun yang mengelola saya tidak masalah, yang penting sekolah tetap diperhatikan semua kebutuhanya. Jangan sampai nanti kegiatan belajar menjadi tersendat karena tidak anggaran," katanya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Karawang tetap membantu pendidikan tingkat menengah. Terlebih untuk putra daerah sendiri, karena bagaimanapun pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya. "Ya jelas saya berharap, dana PMMS jangan dihilangkan ataupun dipangkas. Bahkan bila perlu di tambah lagi, agar pendidikan di Karawang bisa semakin meningkat," tuturnya.
Bagi dia, saat ini masyarakat Kabupaten Karawang berpikiran bahwa sekolah di Karawang gratis. Padahal untuk tingkat SMA sederajat belum gratis total seperti tingkat SD dan SMP. Dengan diambil alih oleh provinsi, maka Karawang berpeluang mengratiskan penuh SMA sederajat. "Kalau Kabupaten Karawang mau, saya yakin ini akan menjadi gebrakan yang luar biasa jadi putra-putri Karawang akan sekolah gratis, tidak perlu memikirkan biaya lainya dan tinggal fokus untuk belajar," ucapnya.
Selain itu, kepala sekolah yang memiliki kumis tebal tersebut juga mengharapkan, bahwa janji atau ucapan Gebernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tentang akan diberikannya pembayaran secara maksimal untuk para guru honorer sekolah negeri bisa di buktikan. Karena hal tersebut akan sangat membantu sekolah negeri yang memiliki banyak guru honorer. "Sekolah saya termasuk sekolah baru jadi masih banyak guru honorernya yaitu sekitar 57 guru dan hanya ada 3 PNS saja. Kalau bukan provinsi atau pemerintah yang bayar, maka sekolah akan kebingungan untuk membayar gaji para guru," pungkasnya. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template