Setiap Siswa SMPN 1 Kutawaluya Wajib Hafal Yassin dan Juz Amma - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Setiap Siswa SMPN 1 Kutawaluya Wajib Hafal Yassin dan Juz Amma

Setiap Siswa SMPN 1 Kutawaluya Wajib Hafal Yassin dan Juz Amma

Written By Mang Raka on Jumat, 04 November 2016 | 12.30.00

KUTAWALUYA, RAKA - Dengan label sekolah umum, tidak menutup kemungkinan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kutawaluya mendidik siswanya menjadi penghapal Al-Qur'an.
Kepala SMPN 1 Kutawaluya H Daud Hudawi M.Pd menerangkan kepada Radar Karawang setiap tahunnya sekolah pimpinannya mewisuda 500 lulusan penghapal Surat Yassin. Kendatipun sekolah umum, namun siswa diwajibkan menghapal surat Yasin atau surat-surat pendek juz 'ama. "Kita biasakan siswa untuk menghapal surat Yaasin dan surat-surat pendek sebelum dimulainya pelajaran, sekaligus mendidik mereka agar jangan sampai melupakan sisi agamisnya," ujarnya.
Adapun bagi siswa non muslim ada 5 orang, sambung H Daud, tapi sampai sekarang ini belum ada yang komplain dengan program hapalan yang sekolah gagas. Karena pihak sekolah membebaskan mereka untuk memilih ikut hapalan atau tidak, mengingat sebagai sesama umat beragama untuk bisa saling menghargai. "Kita tidak bisa memaksa mereka untuk ikut hapalan, namun kalau mau ikutan ya sok aja, kalaupun tidak mau ya gak apa-apa," tambahnya.
Hal itu dibenarkan oleh orang tua siswa, Iskandar seorang satpam yang berjaga di SMAN 1 Pedes yang mengaku bangga, anaknya bisa dengan lancar melafalkan surat Yassin. "Syukurlah, ternyata bukan hanya tsanawiyah, bahkan sekolah umum juga bisa mencetak siswa yang menghafalkan ayat-ayat Alquran," tuturnya.
Ada juga program kegiatan santunan untuk siswa yatim dan piatu serta siswa tidak mampu, dana ini di kumpulkan dari gaji guru yang dipotong 2,5 %. Dikeluarkan 2 kali dalam setahun dengan masing-masing Rp 12.500.000 per 6 bulan. "Biasanya kita berikan pada momen 10 muharram dan menjelang Ramadan, dalam bentuk barang kebutuhan sekolah dan uang. Kalau uang semua khawatir disalahgunakan," katanya.
Namun kegiatan ini tidak berjalan semulus yang diperkirakan sebab ada sebagian guru yang menolak. Dengan alasan banyak kebutuhan yang mendesak di keluarganya. Kepala sekolah tidak memaksakan, mengingat zakat ini merupakan kewajiban setiap orang. "Selain membantu siswa yang kurang mampu, sebenarnya dengan kegiatan ini mempermudah para guru mengeluarkan zakat yang menjadi kewajibannya," kata dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template