Salah Pupuk, Tanah Rusak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Salah Pupuk, Tanah Rusak

Salah Pupuk, Tanah Rusak

Written By Mang Raka on Rabu, 23 November 2016 | 15.00.00

CIKAMPEK, RAKA - Sistem pemupukan sawah sangat menentukan hasil panen. Tapi saat ini masih banyak petani yang belum memakai sistem pemupukan berimbang, sesuai yang dianjurkan oleh para penyuluh. Dengan pola tanam konvensional yang biasa digunakan petani, selain hasilnya tidak optimal, kesuburan tanah terancam rusak.
Bukan hanya itu, penggunaan pupuk urea yang berlebihan juga dapat menyebabkan kelangkaan pupuk, karena pemakaian melebihi kebutuhan alokasi pupuk di daerah tersebut. Superintenden Infokom PT Pupuk Kujang, Indra Gunawan mengatakan, PT Pupuk Kujang turut berperan serta dalam mensosialisasikan pentingnya pemupukan berimbang, guna meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani.
"Belum lama ini di Kabupaten Karawang telah dilakukan demonstrasi plot (demplot) pemupukan berimbang dengan menggunakan produk PT Pupuk Kujang di Desa Ciwulan, Kecamatan Telagasari dan Desa Cintawangi, Kecamatan Tegalwaru, dengan hasil yang menggembirakan," ujar Indra Gunawan kepada Radar Karawang, Selasa (22/11).
Saat ini pihaknya sangat menyarankan kepada petani menggunakan sistem pemupukan berimbang, dengan perbandingan 5:3:2 yang disarankan kepada petani yaitu penggunaan 500 kilogram pupuk Petroganik, 300 kilogram pupuk NPK Phonska dan 200 kilogram pupuk Urea per hektare sawah. "Pemupukan berimbang tersebut telah dibuktikan nyata hasilnya pada demplot-demplot yang dilakukan PT Pupuk Kujang, di beberapa kabupaten di Jawa Barat," ujarnya.
Dia mencontohkan, seperti panen demplot pada tanggal 7 November 2016, di Desa Ciwulan, Kecamatan Telagasari, di atas lahan seluas 1 hektare merupakan milik Ketua Gapoktan Ciwulan H. Maman, diperoleh hasil panen ubinan sebesar 11 ton/hektare. Padahal biasanya hanya menghasilkan 6-7 ton/hektare. "Begitu juga hasil panen demplot pemupukan berimbang di Desa Cintawangi, Kecamatan Tegalwaru, pada tanggal 11 November 2016 lalu, menghasilkan 11,6 ton per hektare, meningkat rata-rata 4 ton per hektare dengan menggunakan NPK Phonska, Petroganik dan urea produk PT Pupuk Kujang Cikampek," ujarnya.
Sementara Ketua Gapoktan Ciwulan H Maman menyampaikan, untuk memperoleh hasil yang berkualitas, sawah demplot tersebut menggunakan benih padi "Pareku", dan peningkat unsur hara tanaman "Bion-Up" produksi PT Pupuk Kujang. "Benih padi Pareku Kujang, menghasilkan banyak anakan padi. Panen kali ini produktivitasnya meningkat pesat dari sebelumnya, yang hanya menghasilkan 5-6 ton per hektare," ujarnya.
Sementara Kepala Desa Cintawangi, Kecamatan Tegalwaru, Agus menyampaikan, dengan adanya demplot di desanya, dia berharap dapat menambah hasil panen, dan membantu perekonomian para petani di sekitarnya. "Terima Kasih kepada Pupuk Kujang atas program demplot ini, saya selaku perwakilan desa berharap petani lainnya dapat memanfaatkan produk Pupuk Kujang, untuk meningkatkan produktivitas tanamannya menggunakan pemupukan berimbang 5:3:2," ujarnya singkat. (zie)



Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template