Ratusan Pedagang Bensin Botolan Takut Menganggur - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ratusan Pedagang Bensin Botolan Takut Menganggur

Ratusan Pedagang Bensin Botolan Takut Menganggur

Written By Mang Raka on Senin, 07 November 2016 | 12.30.00

*Pengusaha Pom Mini Mulai Menyentuh Perbatasan Desa

TEGALWARU, RAKA - Ratusan warga Kecamatan Tegalwaru bakal jadi pengangguran. Selama ini perekonomian mereka terdongkrak dengan membuka lapak bensin eceran. Namun, sejak beroperasinya pom-pom mini di daerah tersebut usaha mereka terancam bangkrut.

Saat ini pengguna kendaraan bermotor lebih suka membeli bahan bakar kendaraannya di pom mini yang menjual tidak hanya premium tetapi juga pertamax dan pertalite.
Pelaku usaha yang rata-rata warga dengan perekonomian menengah ke bawah itu mengais rezeki usaha tersebut karena pom besar di wilayah Karawang Selatan tidak ada. Sementara kebutuhan masyarakat akan BBM sangat tinggi. Kini usaha itu mulai tergeser oleh kehadiran pom mini yang tumbuh subur di wilayah Selatan Karawang.
Seperti diungkapkan Aang (40), pengecer BBM asal kampung Malimping, Desa Cipurwasari, usaha pom mini sudah banyak dibangun pelaku usaha di pelosok Karawang Selatan. Keberadaan usaha pom mini kebanyakan di dominasi oleh pelaku usaha yang banyak uangnya. Sementara penjual bensin botolan tidak hanya warga yang usahanya mengandalkan dari dagangan BBM itu.
"Kami cukup mengandalkan usaha dari itu saja karena dengan buka usaha bensin atau pertamax juga pertalite keuntungan tidak besar tapi kami cukup berharap dari keuntungan itu untuk kehidupan kami sehari-hari. Memang beli BBM di Pom mini lebih akurat volume nya dan harga pun tidak seperti di eceran yang kuantitas harganya sudah di buat pas," jelasnya.
Ditambahkan Enung Hanifah (28), pedagang bensin botolan dari kampung Cikamunding, Desa Cintawargi pun menyampaikan hal sama. Dirinya bahkan sudah hampir satu bulan tidak berjualanan BBM eceran lagi karena sepi pembeli. Dia mengakui sebelumnya banyak pelanggan pelajar yang akan bersekolah tapi kini pelanggannya mulai beralih ke pom mini.
"Kalau di pom mini mungkin mereka bisa beli dengan harga tidak mesti satu liter, bahkan pelajar ada yang beli bensin cuma Rp 5000 saja, dan itukan tidak satu liter tapi pemilik pom mini melayani hingga anggapannya jauh lebih baik ketimbang mesti beli di eceran yang harus satu liter saja. Karena takaran untuk sejumlah itu kan kami tidak bisa sediakan," paparnya.
Pemilik Pom mini, Bahtiar (37), warga Kampung Sangkuriang, Desa Cintaasih menjelaskan, memang banyak pembeli yang variatif berdasarkan jumlah yang tidak mesti sesuai dengan jumlah literisasi bahkan hitungan rupiah bisa berpengaruh dengan kuantitas volume BBM yang tertera. "Kadang pembeli ada yang beli bukan berdasarkan isi volume BBM ada pembeli yang hanya menjelaskan jumlah rupiah saja. Rata-rata pelajar juga kendaraan umum yang beli BBM seperti itu ke kami," ucap Bahtiar.
Perihal tergeser atau tidaknya usaha mereka, itu tergantung cara pandang saja. "Kami berjualan di pom mini kan tidak di dalam perkampungan mungkin saja pedagang eceran lebih beruntung dagang di perkampungan yang sulit terjangkau oleh kami dan belanja BBM kami pun di batasi juga kok. Maka saya saran kan jangan khawatir rezeki sudah di atur," tandasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template