Ratusan Buruh Beesco akan Dipecat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Ratusan Buruh Beesco akan Dipecat

Ratusan Buruh Beesco akan Dipecat

Written By Mang Raka on Rabu, 23 November 2016 | 12.00.00

-Getah Kenaikan UMK Mulai Terasa

KARAWANG, RAKA - Kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) Karawang sebesar 8,25 persen, langsung berdampak terhadap perusahaan di sektor tekstil, sandang dan kulit (TSK).
PT Beesco Indonesia misalnya. Pabrik yang memproduksi sepatu di Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari, berencana merumahkan ratusan karyawannya. "Saya tidak tahu persis berapa jumlah banyak karyawan yang akan dirumahkan nanti, karena kita masih melakukan hitung-hitungan. Tapi yang pasti jumlahnya mencapai ratusan karyawan. Bisa bertambah jika tidak kondusif." ungkap General Manager PT Beesco Asep Agustian saat ditemui Radar Karawang di kantornya, Selasa (22/11) kemarin.
Menurut Asep, pemerintah jangan terlena dengan predikat Karawang sebagai daerah paling tinggi menetapkan UMK di Indonesia. Pasalnya, meski di satu sisi merupakan kabar baik buat kalangan buruh, namun di sisi lain iklim investasi akan terganggu. Pasalnya, kenaikan UMK sebesar 8,25% dari UMK sebelumnya Rp 3.330.505 menjadi Rp 3.605.271, berdampak negatif terhadap pertumbuhan investasi di Karawang. "Masih lebih baik kalau perusahaan melakukan pengurangan karyawan, nah kalau mereka pergi atau malah menutup usahanya gimana?" tuturnya.
Menurutnya, sebelum mengajukan kenaikan UMK, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana seharusnya bertanya dulu ke sejumlah perusahaan, khususnya perusahaan di sektor TSK. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kemampuan perusahaan tersebut, terhadap rencana kenaikan UMK. Sebab, yang paling merasakan dampak kenaikan UMK adalah sektor TSK. "Sektor TSK ini kan padat karya. Karena lulusan SMP bahkan SD juga diterima bekerja disana. Jumlah tenaga kerjanya pun jauh lebih banyak dibandingkan sektor lainnya," terang Asep.
Asep mengakui jika kenaikan UMK itu tidak bisa dihindari, bahkan keinginan serikat pekerja dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tidak akan pernah sama terkait upah. Tapi, jika Cellica bijak dan ingin meminimalisir angka pengangguran, seharusnya kenaikan UMK lebih ditekan. "Yah kalau mau dinaikkan sekitar Rp 70 ribu atau maksimal Rp 100 ribu dari UMK 2016. Jika hal ini yang diterapkan, sektor TSK tidak terlalu berat. Investor tidak lari," jelasnya
Humas Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KSBI) Wilayah Jawa Barat Sudaryanto mengatakan, keputusan pemerintah yang menetapkan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan sebagai acuan penetapan upah minimum sangat merugikan buruh. Ia justru berharap UMK 2017 bisa naik minimal 31% dibandingkan UMK tahun sebelumnya. "Kita tahu ada surat edaran dari Kemenaker bahwa kenaikan upah tidak boleh melebihi 8,5%. Ini berbeda dengan peningkatan rata-rata kebutuhan pokok masyarakat, yang setiap tahunnya mencapai 20% hingga 40%," kata dia. (ops/psn)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template