Proyek Turap Misterius di Desa Pulojaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Proyek Turap Misterius di Desa Pulojaya

Proyek Turap Misterius di Desa Pulojaya

Written By Mang Raka on Kamis, 10 November 2016 | 13.00.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA- Saluran air yang menghubungkan pintu air Peundeuy-Puloinduk Desa Pulojaya Kecamatan Lemahabang, tengah diperbaiki dalam bentuk penurapan diperbatasan. Proyek Pengelolaan Saluran Sumber Daya Air (PSDA) itu, dianggap tidak transparan, sebab selain tanpa sepengetahuan aparat pemerintah setempat, papan proyek juga tak nampak dalam proses pengerjaan yang sudah menelan waktu 5 hari terakhir tersebut.
Ketua Karangtaruna Kecamatan Lemahabang, Surya Diningrat SH mengatakan, tidak semestinya proyek-proyek pemerintah yang bersumber dari APBD maupun APBN, dikerjakan semaunya. Terlepas hasilnya bagus ataupun tidak memenuhi standar, pihak rekanan dan instansi terkait harus membuka ruang bagi publik untuk mengetahuinya secara transparan. Bahkan bisa memudahkan individu dan masyarakat sebagai social kontrol.
Itu nampak pada proyek turap PSDA di saluran pintu air Peundeuy yang airnya mengalir ke arah Tempuran dan Cilamaya Kulon, tepatnya di perbatasan Pulojaya- Karyamukti menuju Pulo Induk. Di lokasi ini, mandor dan pekerjanya sudah 3 hari menggarap, anehnya mereka tidak tahu sebelumnya ukuran, spek dan ketebalan yang hendak dikerjakannya. Jangankan sebut Surya, masyarakat yang melihatnya, para pekerja saja tidak tahu berapa garapan yang dikerjakannya. "Proyek apapun harus transparan, ini agar mudahkan sosial kontrolnya, jangan mentang-mentang jauh dari pemukiman kemudian semaunya," kesal dia.
Surya menambahkan, sekurang-kurangnya, proyek PSDA ini pasangi papan proyek, berapa ketebalan, panjang dan ketinggian turapnya, termasuk anggaran yang digunakannya. Karena demi memudahkan diketahui publik. "Pasanglah papan proyeknya, ini kan pakai uang negara," tekan dia.
Mandor pekerjaan turap PSDA, Wardi mengaku, dirinya tidak tahu menahu soal anggaran dan ukuran pekerjaan ini, yang jelas dirinya hanya diperintahkan mengerjaan turap saja. Baru setelah pengawas datang, ia tahu arahannya agar garapan yang dikerjakannya itu dengan ketinggian 120 sentimeter, lebar 30 sentimeter dan panjangnya 94 meter. "Saya gak tahu apa-apa, yang jelas tugas saya melaksanakan perintah mengerjakan saja pekerjaan ini," sambung dia.
Selasa siang, pengawas dari PSDA sempat menengok pekerjaan turap di lokasi perbatasan dua desa ini. Saat ditanyakan garapan, sumber ini mengaku pihaknya hanya sebatas pengawas PSDA dan memastikan saja pekerjaan turap apakah sudah dilaksanakan sesuai atau belum. Ia mengaku, pekerjaan ini sudah dikerjakan sesuai jadwal. Sayangnya, belum sempat menanyakan nama dan papan proyek hingga ukuran proyek ini, Pengawas PSDA ini langsung meninggalkan lokasi hanya dalam waktu kurang dari 15 menit. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template