Polisi Dengklok Sisir Wilayah Rawan Tawuran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Polisi Dengklok Sisir Wilayah Rawan Tawuran

Polisi Dengklok Sisir Wilayah Rawan Tawuran

Written By Mang Raka on Rabu, 23 November 2016 | 14.30.00

RENGASDENGKLOK, RAKA - Kepolisian Sektor Rengasdengklok mengadakan patroli untuk mengantisipasi keributan dan tawuran yang sering terjadi antar Sekolah Menengah Kejuruan. Patroli tersebut menyisir seluruh wilayah yang dianggap rawan.
Briptu Gozali anggota Polsek Dengklok menyebut pihaknya akan terus melaksanakan kegiatan patroli karena banyaknya laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan aksi tawuran pelajar. "Kita patroli ke seluruh SMK," kata dia kepada Radar Karawang.
Ahmad Fachir selaku staff Tata Usaha SMK Perbankan menjelaskan pernah suatu waktu sekolahnya diserang oleh segerombolan siswa yang membawa benda-benda tajam, dari mulai rantai gir, samurai, golok, dan lainya.  "Kebetulan waktu itu bertepatan dengan kegiatan pelaksaan ekskul pramuka," ucapnya.
Aksi tawuran ini juga ditengarai makin marak akibat bebasnya penjualan minuman keras yang meresahkan warga Rengasdengklok. Minuman laknat itu diduga masih dijual di lapak-lapak yang hingga detik ini belum terendus aparat. Kepolisian pun diminta bergerak cepat untuk menghindari jatuhnya korban akibat peredaran minuman keras.
Aman Sonjaya, warga Dengklok menyatakan bahwa ia mencurigai peredaran minuman keras masih banyak ditemui. Umumnya malah dijual secara sembunyi-sembunyi dah hanya diketahui oleh sesama peminum. "Mereka modusnya tertutup, cuma kalangan sesama yang doyan minum saja yang tahu tempat penjualannya. Dari mulut ke mulut kemudian menyebar dan peredarannya tak bisa dihentikan," kata Aman.
Ia juga mengungkapkan, minuman keras itu tak hanya dikonsumsi oleh orang tua saja, namun juga anak-anak muda bahkan merambah ke tingkat pelajar. "Bahkan saya pernah mendapati mereka beli miras saat masih mengenakan seragam sekolah. Ini tentu amat menyedihkan dan harus menjadi perhatian serius dari pemerintah maupun kepolisian," pintanya.
Sebab, dampak negatif miras yang ditimbulkan tidaklah sedikit. Mulai dari keributan, tawuran, bahkan hingga berpotensi menyebabkan kehilangan nyawa peminumnya. "Apalagi, sudah banyak berita yang menayangkan banyaknya korban miras oplosan yang tewas. Seharusnya ini jadi bahan pembelajaran dan penindakan," tukas pria berkumis tebal itu. (mg3)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template