Petani Telukjambe Sebulan Mengungsi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Telukjambe Sebulan Mengungsi

Petani Telukjambe Sebulan Mengungsi

Written By Mang Raka on Senin, 21 November 2016 | 17.22.00

Anak-anak tak Sekolah, Kesehatan Bayi Terancam

KARAWANG, RAKA - Tidak ada satupun orang yang menikmati tinggal di pengungsian. Hidup tidak menentu, tanpa pekerjaan, makan sekenanya, masa depan anak-anak juga tidak karuan. Hal itulah yang kini dirasakan oleh 187 warga dari kelompok petani Telukjambe Barat, di Aula Islamic Center, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, bahkan menilai Pemerintah Kabupaten Karawang kurang serius menyediakan tempat penampungan yang layak untuk warganya. Pasalnya, selama di pengungsian warga tidak bisa bekerja, dan anak-anak juga tidak bisa sekolah. Selain itu, kesehatan bayi juga terganggu karena orangtua mereka merokok di tempat tersebut. "Kalau kondisi penampungan seperti ini tidak layak, makanya banyak pengungsi mengeluh minta pulang," kata Maman kepada wartawan usai meninjau tempat pengungsian tersebut, Minggu (20/11) kemarin.
Menurut Maman, Pemkab Karawang harus secepatnya melakukan relokasi ke tempat yang lebih manusiawi. Pemkab sudah berbuat untuk menangani pengungsi, hanya saja hal itu belum cukup karena pengungsi masih menderita. Pihaknya juga akan berkordinasi dengan Kementerian Agraria dan Kementerian Kehutanan, agar sengketa agraria ini cepat selesai. "Jangan ada pengungsi di negeri sendiri. Masalah ini harus segera diselesaikan, karena rakyat sudah menjadi korban," tandas Maman.
Madhari(45) seorang pengungsi mengaku sudah tak betah tinggal di tempat pengungsian, karena tidak bisa bekerja sehingga tidak memiliki penghasilan. Ia bersama warga lainnya meminta Pemkab Karawang memulangkan mereka ke rumah masing-masing. "Kami ini petani biasa bekerja di sawah, selama kami mengungsi hingga sekarang tinggal di tempat penampungan kami tidak bisa bekerja. Kasihan juga anak-anak belum bisa sekolah sudah sebulan ini," kata Madhari.
Diketahui, warga Kampung Cisadang, Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, ini hampir sebulan meninggalkan rumah dan ladang mereka. Awalnya mereka mengungsi ke kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Kantor Komisi Perlindungan Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), karena sering mendapat ancaman dari sejumlah pihak yang memiliki keberpihakan terhadap PT Pertiwi Lestari (PL). Namun, Pemkab Karawang menjemput mereka dari kantor YLBHI dan KontraS, menggunakan empat unit bus menuju Al Jihad Karawang, Senin (14/11) lalu.(ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template