Peringati HUT Guru, PGRI Kutawaluya Gelar Jalan Santai - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Peringati HUT Guru, PGRI Kutawaluya Gelar Jalan Santai

Peringati HUT Guru, PGRI Kutawaluya Gelar Jalan Santai

Written By Mang Raka on Jumat, 25 November 2016 | 14.00.00

KUTAWALUYA, RAKA - Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republilk Indonesia dan Hari Guru Nasional (HUT PGRI dan HGN) yang diselenggarakan di lapangan bola Desa Sampalan disambut meriah para guru. HUT ini menjadi momen yang tepat untuk seluruh guru yang tersebar di Kecamata Kutawaluya bersilaturahmi. Sayangnya, masih ada kendala yang dihadapi guru Kutawaluya selama ini. Yakni, belum memiliki kantor sendiri.
Wahidin Susanto S,Pd selaku Kepala PGRI Karawang mengatakan HUT PGRI dan HGN mengatakan semua guru yang tersebar di Kecamatan Kutawaluya berkumpul untuk mengikuti gerak jalan dan pertandinagn Voli. Selain itu juga untuk menjalin silaturahmi dan menjaga solidaritas serta meningkatkan kualitas guru.  "Menjaga silaturahmi dan lebih meningkatkan lagi mutu guru dalam mendidik, karena guru sekarang sudah diperhatikan oleh pemerintah. Tinggal introspeksi saja untuk semua guru, mengingat tercium kabar dari pusat seperti mau ada perpecahan. Terlihat dari demo-demo guru honorer," katanya kepada Radar Karawang, Kamsi (24/11), kemarin.
Semua guru yang ada di bawah naungan PGRI, sambung Wahidin, termasuk semua sekolah di Kecamatan Kutawaluya diarahkan untuk mengikuti kegiatan tahunan ini. Kendatipun HUT dan HGN ini dinilai kurang formal, namun peran aktif seorang guru merupakan titik sentral dalam kegiatan ini. "Kalau bukan guru yang memeriahkannya siapa lagi, karena ini moment yang tepat untuk berkumpul dan bersilaturahmi satu sama lain," ujarnya.
Semua siswa diliburkan, biarkan siswa bisa dengan tenang untuk belajar di rumah, Kendatipun tidak diliburkan khawatir siswa tidak mengindahkan perintah gurunya. "Makanya kami berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan UPTD untuk meliburkan semua anak supaya belajar di rumah, kalaupun anak tidak diliburkan, khawatir mereka berkeliaran bebas dengan menggnakan seragam. Hari sekolah juga bisa dibuat tawuran, apalagi ditinggalkan tidak ada gurunya," ucapnya.
Adapun ruangan ataupun kantor untuk bernaung PGRI masih belum terealisasi, mengingat belum adanya lampu hijau dari camat. Lagipula pembebasan tanahnya pun belum ada tanda-tanda sama sekali. "Belum ada kantor PGRI, ngobrol sama pak camat namun belum ada pembebasan," pungkasnya. (mg3)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template