Perdes Hewan Ternak Mandul - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Perdes Hewan Ternak Mandul

Perdes Hewan Ternak Mandul

Written By Mang Raka on Kamis, 24 November 2016 | 15.30.00

PANGKALAN, RAKA - Hewan kambing membahayakan pengendara jalan raya Badami Loji di perlintasan Kecamatan Pangkalan kembali dikeluhkan. Warga meminta hewan-hewan ternak itu tetap berada didalam kandang atau diikat sehingga tidak berkeliaran di jalan dan halaman rumah warga.

"Peraturannya sudah ada bahkan sudah pernah disosialisasikan. Ketika itu warga pemilik hewan ternak bisa memahami dan tidak membiarkan hewan ternaknya berkeliaran jalan raya. Tetapi entah kenapa peraturan tersebut tidak bisa dijalankan lagi, atau memang tidak bisa diterapkan. "Hewan ternak seperti kambing membuat pengendara harus ekstra hati-hati jika tidak ingin ada kecelakaan," ucapnya.
Terhadap persolan tersebut memang miris jika pemerintahan setempat seakan tidak mau tahu dengan kenyataan seperti itu. "Pemicu terjadi kecelakaan bisa diakibatkan karena pengendara berusaha menghindari agar tidak menabrak hewan, tetapi kendaraannya sendiri akhirnya tergelincir di jalan," ucap Anwar (37) pengendara motor asal Kampung Bakan Raden, Kabupaten Bogor.
Anwar sendir beberapa kali nyaris kecelakaan ketika melintas jalan itu. Hewan ternak itu tiba-tiba saja hendak menyeberang jalan. Situasi seperti itu yang membuat pengendara kagok hingga akhirnya bating stir karena takut menabrak. "Kadang kalau makanan di seberang jalan mendadak mereka nyeberang dan hal itu yang buat pengemudi seperti saya sering kagok oleh lalu lalang hewan seperti kambing atau kadang sapi pun sering melintas di jalan utama," ucapnya.
Demikian Riswad (30), warga Kampung Cibeureum, Desa Tamansari menjelaskan, memang ada desa yang sudah menerapkan peraturan perihal hewan ternak yang mesti dijaga dengan baik serta tidak mengganggu warga baik kepada kebun atau pun lingkungan. Kendati demikian Riswad juga tidak menamping jika sering terjadi cekcok antara pengendara dan pemilik hewan lantaran meminta agar hewannya tidak berkeliaran di jalan raya. "Kadang ada juga hewan ternak dilempar batu hingga hewan itu cedera dan itu yang membuat konflik. Pasti mereka pun tidak mau sementara hewan ternaknya dibiarkan berkeliaran liar," katanya.
Winda (27) pemilik warung pun mengeluhkan hal sama jika masalah hewan ternak yang sering ganggu warungnya hampir dijumpai dan tidak ada pemiliknya. Menurutnya, rata-rata pemilik hewan ternak bukan orang dekat melainkan orang jauh bahkan sampai beda desa. "Tidak jarang jika hewan tertabrak tidak ada yang perduli karena pemiliknya pun jauh. Tetapi menurut saya perlu adanya tindakan agar tidak lagi ada hewan ternak yang tertabrak kendaraan dan kadang dibiarkan begitu saja," tutupnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template