Pedesaan Bakal Dierbu Petani Asing - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pedesaan Bakal Dierbu Petani Asing

Pedesaan Bakal Dierbu Petani Asing

Written By Mang Raka on Jumat, 18 November 2016 | 18.13.00

PURWAKARTA, RAKA - Pimpinan Pusat (PP) Sentra Usaha Tani dan Agribisnis (SUTA) Nusantara gelar konsolidasi, guna meningkatkan kompetensi dan daya saing petani lokal. Hal itu dilakukan, guna mengantisipasi mulai maraknya petani asing di sejumlah wilayah daerah di Indonesia.
Ketua Umum Pimpinan Pusat SUTA Nusantara, Dadung Hari Prasetyo mengatakan, seperti diberitakan beberapa media massa, keberadaan petani asing dari Tiongkok, Thailand dan Jepang yang telah menggarap lahan pertanian di beberapa daerah di Indonesia, harus mendapat perhatian khusus dari semua pihak, khususnya para pemangku kebijakan. "Kondisi ini harus mendapatkan perhatian  yang serius mengingat kondisi petani kita hari ini, sangat rentan kompetensi, daya saing dan kesejahteraannya," kata Dadung, Kamis (17/11) disela-sela persiapan pertemuan Komunitas Pertanian Nasional yang akan digelar di Purwakarta dalam waktu dekat ini.
Atas kondisi tersebut, pihaknya merasa khawatir akan persaingan dan kerja sama yang tidak sehat terjadi di mana-mana, disinyalir hal tersebut juga bakal menimbulkan permasalahan yang lebih pelik lagi bagi eksistensi petani lokal. "Belum lagi soal kepemilikan tanah dan aset yang diduga akan berpidah tangan kepemilikannya pada petani asing. Saya kira, kita jangan sampai mengulangi kesalahan masa lalu, secara umum petani di Pulau Jawa rata-rata kepemilikan lahannya sudah dibawah 0,5 hektare dan setiap tahunnya semakin menyusut," bebernya.
Dadung menambahkan, sudah seharusnya ada kebijakan land reform atau mengembalikan tanah untuk para petani. Dia juga berharap, ada kebijakan pemerintah yang pro petani, agar lahan milik petani semakin lama semakin luas bukan sebaliknya. "Kita harap permasalahan hadirnya  petani asing dari manapun juga. Pemerintah pusat dan daerah harus responsif menanggapinya, tidak terkecuali perangkat di tingkat desa dan para tokoh masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, Indonesia secara umum belum solid melakukan konsolidasi petani dalam rangka program ketahanan dan kedaulatan pangan, tapi kini petani kita sudah dihadapkan pada kompetisi atau persaingan budi daya pertanian dengan para petani asing. "Jika ini tidak direspon, akan  menjadi persaingan usaha yang akhirnya jadi persaingan kepentingan yang akan berakibat konflik sosial," imbuhnya.
Pihaknya berharap, pemerintah dan masyarakat bersama-sama pro aktif mengatisipasi hadirnya petani asing di daerah-daerah dengan berbagai permasalahnnya. "Tentu saja, sikap pro aktif ini harus menyejukan, agar semangat dan kegairahan para petani kita di daerah tetap terjaga dan terpelihara dengan baik. Selain itu, dengan partisipasi aktif para petani, kita juga dapat mendorong  sukses dan terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia," ujarnya.
Dadung mengatakan, kini sudah saatnya, pemerintah pusat maupun daerah membuka kotak pengaduan dan pelayanan bagi petani lokal, baik secara langsung maupun  tidak langsung. "Karena sesungguhnya permasalahan pertanian di daerah sangat komplek dan rumit. Petani sangat membutuhkan pembinaan, bimbingan dan pengembangan usahanya. Sekali lagi, kita minta pemerintah tegas dalam  melaksanakan regulasi terkait hal ini," pungkasnya. (gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template