Meninggal Setelah Imunisasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Meninggal Setelah Imunisasi

Meninggal Setelah Imunisasi

Written By Mang Raka on Sabtu, 26 November 2016 | 12.00.00

-Kematian Murid SDN Purwasari 1 Diselidiki

PURWASARI, RAKA - Kematian mendadak siswi SDN Purwasari I, Clara Minarta Petricia (7) warga Kampung Sadang RT 02/03 Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, misterius.
Pasalnya, anak bungsu dari Supardi (33) itu diketahui dalam kondisi sehat sebelum mengikuti Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di sekolah, Senin (21/11). Namun, sehari setelahnya, bocah berambut panjang ini mengalami mual, pusing, serta demam. Kondisi Clara semakin buruk pada Rabu (23/11). Tubuhnya kejang-kejang, mulut serta hidung mengeluarkan busa. Melihat itu Supardi kaget, lalu membawa anaknya yang sudah membiru itu ke Rumah Sakit Karya Husada. "Setelah diperiksa di rumah sakit, Clara dinyatakan meninggal," ungkap Supardi kepada Radar Karawang di kediamannya, Jumat (25/11).  
Menurut Supardi kematian anaknya sangat mencurigakan. Karena sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit. Bukan itu saja, dirinya juga tidak pernah diberitahu oleh pihak sekolah, jika anaknya akan diimunisasi. "Tahunya pas Clara pulang, lalu bilang ke kami katanya pusing dan mual. Setelah ditanya, katanya di sekolah habis disuntik," paparnya.
Ia berharap kematian putrinya bisa diusut tuntas. Agar kejadian serupa tidak dialami oleh anak-anak lain. "Kami orang tidak punya, kalau memang nanti akan diotopsi silahkan. Walaupun, anak kami sudah dimakamkan," pungkasnya.
Sementara Kepala Puskesmas Purwasari dr Iin Indiati belum bisa berkomentar banyak. Ia beralasan masih mencari tahu penyebab kematian Clara. "Kami nanti akan coba minta laporan hasil dari RS Karya Husada, untuk mencari tahu. Kalau memang harus diotopsi, maka akan dilakukan itu," ucapnya.
Bidang Program Imunisasi Puskesmas Purwasari Karsih Setiawati, Am.Keb, mengatakan, pihaknya sudah mewanti-wanti kepada sekolah serta orangtua siswa, kalau pelajar yang sakit tidak boleh ikut BIAS. "Kami sebelum memberikan imunisasi ke siswa, itu bertanya dulu ke guru dan orangtuanya. Kalau ada yang sakit, maka tidak akan diberikan penyuntikan. Waktu itu orangtua Clara juga ada di jendela melihat anaknya disuntik," ucapnya.
Ia melanjutkan, ketika siswi yang diberikan imunisasi dalam keadaan sakit, maka reaksinya akan cepat dirasakan. "Seharusnya setengah jam atau satu jam juga, kalau yang punya penyakit langsung bereaksi. Tapi siswi tersebut sehari sesudah penyuntikan, bahkan kematiannya kejang dan berbusa itu penyakit epilepsi," ungkapnya.
Kapolsek Purwasari Ipda Muhamad Sulton SH mengatakan, akan ada tim investigasi dari Dinas Kesehatan untuk memeriksa kematian Clara. "Hari Senin (28/11) akan diperiksa," ujarnya.
Hingga berita ini ditulis pihak SDN Purwasari I belum berhasil dikonfirmasi. Saat didatangi Radar Karawang pukul 11.30 WIB, sekolah dalam keadaan sepi. (ian)

Kronologis Kematian Clara

Senin (21/11)
Clara diimunisasi di SDN Purwasari I
Selasa (22/11)
Bocah berambut panjang ini mengalami mual, pusing, serta demam
Rabu (23/11)
-Clara kejang-kejang, mulut serta hidung mengeluarkan busa, tubuhnya membiru
-Supardi membawa anaknya ke RS Karya Husada
-Pihak rumah sakit menyatakan Clara sudah meninggal
Kamis (24/11)
Jenazah Clara masih di rumah duka di Kampung Sadang RT 02/03, Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari
Jumat (25/11)
Sekitar pukul 12.30 WIB, Clara dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Terangsari

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template