Mantan Bupati Peringatkan Cellica dan Jimmy - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mantan Bupati Peringatkan Cellica dan Jimmy

Mantan Bupati Peringatkan Cellica dan Jimmy

Written By Mang Raka on Senin, 07 November 2016 | 12.00.00

KARAWANG,RAKA - Ketidakharmonisan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan wakilnya Ahmad Zamakhsyari dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan dari kedua pendukung akan mempertontonkan aib dari masing-masing.

"Jika kedua pimpinan tersebut tidak segera intropeksi diri, kejadian serupa akan terulang lagi seperti yang dialami  mantan bupati Ade Swara," kata Mantan Bupati Karawang Dadang S Muchtar, akhir pekan (5/11) lalu.
Cellica-Jimmy, diingatkan Dasim untuk saling menahan diri. Sebab, satu kapal dengan dua nahkoda akan tidak jelas arah tujuan. Hal itu dipastikan tinggal menunggu kehancuran saja. Salah satu contoh,  pemberian ijin seluas 100 hektar untuk membangun perumahan. Padahal, lahan yang dimohon merupakan sawah yang  produktif. “Karena perizinan saja bisa terjadi konflik. Bahkan pendukung Cellica sendiri hingga menjadi lawan sekarang. Belum satu tahun sudah terasa perpecahan. Disharmonisasi dengan wakilnya, ditambahkan lagi tim pendukung Cellica yang mulai meluapkan keborokan bupati ke publik karena kecewa,” tandasnya.
Menurut Anggota Komisi II DPR RI ini,  perseteruan antara Cellica dan Ahmad Zamakhsyari yang akrab disapa dengan Jimmy itu sudah bukan rahasia umum lagi . Sebab, keduasnya sudah  berjalan sesuai dengan ego masing-masing tanpa ada tujuan bersama. Ironisnya, lanjut Dadang,   keduanya sudah cenderung saling tikam, bahkan satu sama lain saling tikam. "Saat ini,  masalah  infrastuktur, layanan kesehatan, sarana pendidikan,  pengangguran hingga masalah perijinan   kian ramai diperbicangan di dunia maya. "Jujur, saya prihatin setelah mengetahui hal tersebut," ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut Dadang  mengakibatkan  OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bekerja masing-masing setelah  tidak adanya  kendali dari pimpinan. Bupati cenderung melakukan hal-hal atau kegiatan  yang  seremonial saja,  dan bukan berada ditengah-tengah masyarakat.“Membangun sistem tidak ada, dan tidak jelas arah tujuan pemerintah saat ini. Masyarakat tidak butuh seremonial, tapi masyarakat butuh karya nyata pelayanan publik.  Tegakan aturan,” pungkas Dasim.
Kondisi tersebut, lanjut Dasim  membuat sejumlah pejabat berpoya-poya, saling pamerkan kekayaan rumah mewah, mobil mewah. Bahkan ada pejabat sekelas kasi di Bina Marga istrinya selalu pulang pergi keluar negeri, memiliki mobil mewah banyak. Begitu juga di lingkungan Dinas Cipta Karya. Kemudian ada KPK gadungan yang siap membeberkan  borok pejabat. Namun pejabat tersebut  berani bayar hingga 300 juta untuk KPK gadungan.“Itu bukti amburadul pemerintahan di Karawang. Banyak tingkat korupsi di dinas. Hal tersebut tidak bisa dibiarkan berlanjut, perlu segera ada evaluasi dari bupati dan wakilnya,” ujarnya. (ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template