Mahasiswa - Satpol PP Ricuh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Mahasiswa - Satpol PP Ricuh

Mahasiswa - Satpol PP Ricuh

Written By Mang Raka on Jumat, 11 November 2016 | 12.00.00

- Tiga Mahasiswa Terkena Luka Bakar

PURWAKARTA, RAKA - Aksi protes terhadap Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi di depan kantor Pemda Purwakarta berujung ricuh, Kamis (10/11). Masa aksi yang menamakan diri mereka Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta (Permata) Cabang Bandung, terlibat aksi saling dorong dan berujung rusuh saat petugas Satuan Polisi (Satpol) Pamong Pradja (PP) Purwakarta, hendak memadamkan api yang sengaja dibakar masa aksi.
Kericuhan bermula saat organisasi mahasiswa Purwakarta yang berkuliah di Bandung ini, kesal terhadap pemerintah yang tak kunjung menemui mereka yang akan menyampaikan protesnya. Meski sudah berkali-kali meminta perwakilan untuk menerima rombongan massa aksi ini, namun pejabat teras Pemda Purwakarta tak satupun yang bisa menemui mereka. Kecewa karena tak ada yang menerima mereka, masa aksi ini kemudian memutuskan untuk membakar ban bekas di halaman kantor pemda. Aksi bakar ban bekas yang dilakukan juga sebagai bentuk luapan kekecewaan puluhan pengunjuk rasa lantaran tak ada yang menerima mereka untuk menyampaikan aspirasinya. "Yang bikin ricuh itu petugas satpol yang memadamkan api tapi dengan cara menendang ban. Pas ban ditendang malah mengenai tiga orang anggota kami sampai mengalami luka bakar, sekarang di larikan ke RS Gunung Putri," kata Ketua Permata Bandung, Ari Irawan.
Tiga korban tersebut masing-masing bernama Dea Arsyad mahasiswa UIN Bandung, asal Gang Kamboja Purwakarta yang mengalami luka bakar bagian kaki. Korban luka bakar tangan bernama Fuad Muspiki Ahsan, mahasiswa UIN Bandung asal Kecamatan Darangdan. Sedangkan korban luka bakar tangan bernama Roby Maryadi, mahasiswa UIN Bandung asal Kecamatan Campaka. Dia mengaku, sangat menyesalkan sikap petugas satpol yang dinilai arogan. Terutama, niat untuk menemui Bupati Purwakarta atau perwakilan dari unsur Pemda Purwakarta tidak tercapai. Padahal lanjut Ari, banyak permasalahan yang hendak diusulkan dan didiskusikan dengan pemerintah setempat. "Kami ingin mengusulkan agar Bupati menghentikan safari budaya ke luar kota/kabupaten di Jawa Barat. Karena dampaknya tidak terasa oleh masyarakat dan tentu saja kegiatan tersebut tidak memakan anggaran yang sedikit," ungkapnya.
Selain itu, sambung dia, pihaknya mendesak agar Pemda Purwakarta menuntaskan pemerataan sarana pra sarana listrik sampai pelosok. Karena di Desa Pasanggrahan Kecamatan Tegalwaru terdapat masyarakat yang belum terjamah aliran listrik. "Kami juga mendesak, agar Pemda Purwakarta menuntaskan pembayaran atas pembebasan lahan warga di Desa Ciririp yang dipergunakan untuk akses jalan. Kami ingin diakhir kepemimpinan Bupati semua kekurangan-kekurangan ini bisa secepatnya diselesaikan. Termasuk mewujudkan perpustakaan di desa-desa dan menghentikan perijinan waralaba yang kami anggap beberapa keberadaan mini market ini bertentangan dengan Perda No 14 Tahun 2012 yang menegaskan agar waralaba ini tidak boleh dibangun di dekat atau di areal pasar tradisional," pungkasnya. (awk)

Korban terkena luka bakar
1. Dea Arsyad mahasiswa UIN Bandung, asal Gang Kamboja Purwakarta yang mengalami luka bakar bagian kaki
2. Fuad Muspiki Ahsan, mahasiswa UIN Bandung asal Kecamatan Darangdan, terkena luka bakar di tangan
3. Roby Maryadi, mahasiswa UIN Bandung asal Kecamatan Campaka, terkena luka bakar di tangan

Aspirasi mahasiswa
- Bupati diminta hentikan safari budaya ke luar kabupaten
- Desa pemkab tuntaskan pemerataan sarana dan pra sarana listrik sampai pelosok
- Tutaskan pembayaran pembebasan lahan warga di Desa Ciririp
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template